CERI: Bahlil Diduga Beri Informasi Keliru ke Prabowo soal Pasokan Batu Bara PLN

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Kamis, 25 Juni 2026 | 16:40 WIB
CERI: Bahlil Diduga Beri Informasi Keliru ke Prabowo soal Pasokan Batu Bara PLN. (f: internet)
CERI: Bahlil Diduga Beri Informasi Keliru ke Prabowo soal Pasokan Batu Bara PLN. (f: internet)

JAKARTA, RIAUSATU.COM — Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) menduga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah menyampaikan informasi yang tidak sesuai kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi pasokan batu bara untuk pembangkit listrik nasional.

Dugaan itu muncul setelah terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) yang dinilai mengindikasikan adanya persoalan pada pemenuhan kebutuhan energi primer pembangkit.

Direktur Eksekutif CERI Yusri Usman mengatakan, pada Sidang Paripurna Kabinet di Istana Negara pada 13 Maret 2026, Bahlil melaporkan kepada Presiden bahwa stok batu bara untuk pembangkit listrik berada dalam kondisi aman dengan ketahanan pasokan mencapai 14 hari atau masih berada di atas batas minimum ketahanan energi nasional.

Namun, menurut Yusri, kondisi tersebut bertolak belakang dengan fakta terjadinya pemadaman listrik di sistem kelistrikan Jamali beberapa waktu lalu.

Karena itu, ia mempertanyakan akurasi laporan yang disampaikan Menteri ESDM kepada Presiden.

Jika pasokan batu bara benar-benar aman seperti yang dilaporkan kepada Presiden, seharusnya tidak terjadi gangguan yang berdampak pada pemadaman listrik.

"Karena itu kami menduga ada informasi yang keliru yang disampaikan kepada Presiden terkait kondisi pasokan batu bara untuk pembangkit PLN,” kata Yusri di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

BERITA TERKAIT:

https://www.riausatu.com/peristiwa/42917287856/surplus-daya-14-gw-mengapa-jawa-bali-tetap-gelap-ceri-desak-pln-transparan

Sebelumnya, dalam sidang kabinet tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas agar seluruh sumber daya alam, termasuk batu bara, diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan nasional sebelum diekspor ke luar negeri.

“Saya tegaskan di sini, benar bahwa semua produksi batu bara diutamakan untuk kepentingan kebutuhan nasional kita. Semua kekayaan alam yang ada itu milik bangsa. Saya tegaskan itu,” ujar Prabowo dalam arahannya saat itu.

Yusri menilai penjelasan yang berkembang bahwa pemadaman listrik terjadi akibat dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik Independent Power Producer (IPP) mengalami gangguan teknis dan keluar dari sistem kelistrikan Jamali tidak cukup masuk akal.

BACA JUGA:

https://www.riausatu.com/peristiwa/42917278854/listrik-jawa-byarpet-ceri-sebut-revisi-uu-minerba-jadi-akar-masalah-pasokan-batu-bara

Menurut dia, hingga kini PLN juga belum mengungkap identitas dua PLTU yang disebut mengalami gangguan tersebut, sehingga menimbulkan pertanyaan publik mengenai penyebab sebenarnya dari pemadaman yang terjadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

X