Surplus Daya 14 GW, Mengapa Jawa-Bali Tetap Gelap? CERI Desak PLN Transparan

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Rabu, 24 Juni 2026 | 15:24 WIB
Surplus Daya 14 GW, Mengapa Jawa-Bali Tetap Gelap? CERI Desak PLN Transparan.
Surplus Daya 14 GW, Mengapa Jawa-Bali Tetap Gelap? CERI Desak PLN Transparan.

JAKARTA, RIAUSATU.COM – Di tengah klaim adanya cadangan daya listrik mencapai sekitar 14 gigawatt (GW) di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali), pemadaman listrik bergilir yang terjadi belakangan ini memunculkan pertanyaan besar.

Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) menilai kondisi tersebut menyimpan sejumlah kejanggalan yang perlu dijelaskan secara terbuka oleh PT PLN (Persero).

Lembaga itu mendesak PLN untuk bersikap transparan, termasuk mengungkap identitas dua pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) yang disebut mengalami gangguan hingga memengaruhi pasokan listrik di Pulau Jawa dan Bali.

Direktur Eksekutif CERI Yusri Usman mengatakan, publik berhak mengetahui penyebab sebenarnya di balik pemadaman yang terjadi, terutama karena selama ini sistem Jamali kerap disebut memiliki cadangan daya yang sangat besar.

“Dalam berbagai kesempatan, PLN menyampaikan bahwa pemadaman bergilir dipicu oleh gangguan pada dua IPP dan terganggunya pasokan batu bara DMO. Namun sampai hari ini, nama kedua IPP tersebut tidak pernah diumumkan ke publik. Ini tentu menimbulkan tanda tanya besar,” kata Yusri dalam keterangannya, Rabu, 24 Juni 2026.

Menurut Yusri, jika pemadaman memang hanya disebabkan gangguan pada dua pembangkit, maka kondisi itu sulit dipahami dari sisi teknis.

Sebab, berdasarkan data operasional triwulan pertama 2026 yang diperoleh CERI, sistem interkoneksi Jamali memiliki cadangan daya yang tergolong sangat besar.

Data tersebut menunjukkan Daya Mampu Netto (DMN) sistem Jamali berada di kisaran 49 GW, sementara beban puncak sistem berkisar antara 34 hingga 35 GW.

Dengan kondisi itu, reserve margin atau cadangan daya tercatat mencapai sekitar 39,2 persen, setara surplus daya sekitar 14 GW.

BERITA TERKAIT:

https://www.riausatu.com/peristiwa/42917278854/listrik-jawa-byarpet-ceri-sebut-revisi-uu-minerba-jadi-akar-masalah-pasokan-batu-bara

“Pertanyaannya sederhana. Jika benar tersedia cadangan daya lebih dari 14 GW, mengapa gangguan pada dua pembangkit bisa berujung pada pemadaman bergilir di berbagai daerah? Ini yang perlu dijelaskan secara transparan kepada masyarakat,” ujar Yusri.

Ia menilai publik membutuhkan penjelasan yang lebih rinci mengenai kondisi sebenarnya di lapangan, termasuk kapasitas pembangkit yang beroperasi saat gangguan terjadi dan kemampuan cadangan sistem untuk mengantisipasi kehilangan pasokan listrik secara mendadak.

CERI juga mengaku memperoleh informasi bahwa sejumlah pembangkit besar mengalami penurunan tingkat operasi.

Bahkan salah satu unit pembangkit di kawasan Paiton maupun Suralaya disebut sempat berada pada titik operasi yang sangat rendah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

X