Adapun penerima manfaat dari program bansos tersebut berasal dari berbagai kelompok masyarakat, di antaranya komunitas ojek online (Ojol), pengemudi ojek pangkalan, sopir angkutan umum, sopir truk, penghuni panti asuhan, penghuni panti jompo, hingga masyarakat yang berada di kawasan pesisir.
Secara khusus, Kombes Jeki menjelaskan bahwa program bedah rumah dilaksanakan melalui proses verifikasi yang matang agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Informasi calon penerima manfaat diperoleh dari laporan dan masukan masyarakat setempat yang kemudian ditindaklanjuti oleh tim melalui peninjauan langsung ke lokasi.
“Untuk masyarakat yang mendapatkan program bedah rumah, sumber informasinya berasal dari lingkungan sekitar. Selanjutnya tim melakukan survei dan peninjauan lokasi untuk memastikan kondisi rumah serta kelayakan penerima bantuan. Setelah memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan, kami melakukan koordinasi dengan pihak RT dan RW setempat agar pelaksanaan bedah rumah benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika selaku Ketua Panitia Penyelenggara Bakti Sosial dan Bantuan Sosial dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Melalui kegiatan kemanusiaan yang berkelanjutan ini, Polda Riau berharap dapat meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keamanan lingkungan, tertib berlalu lintas, memperkuat semangat gotong royong, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan hidup.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai mitra yang senantiasa hadir membawa manfaat, solusi, dan harapan bagi masyarakat di berbagai lapisan menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. ***