Berdasarkan dokumen yang dihimpun, proyek tersebut dimenangkan PT BI melalui surat penunjukan tertanggal 3 Juli 2025, dengan nilai kontrak maksimal USD 10.957.348,24 untuk masa kerja 4 September 2025 hingga 3 November 2026.
SELENGKAPNYA BACA BERITA INI:
https://www.riausatu.com/hukum/42917023923/tender-usd-109-juta-di-phr-disinyalir-diatur-ceri-siap-bawa-ke-jalur-hukum
Informasi terbaru, Hengki mengatakan ternyata pekerjaan Driling Fluid service management tahun 2025 dipecah menjadi tiga paket: paket A, paket B, dan paket C.
"Bagi BPK dan aparat penegak hukum, sebetulnya sangat mudah mengungkap dugaan pengaturan tender paket C yang dimenangkan oleh PT BI," beber Hengki.
Bandingkan untuk tender sejenis paket A SPHR0129 C yang diundang 7 perusahaan dan dimenangkan oleh PT Matra Unikatama, dan Paket B dimenangkan oleh konsorsium PT Solstice Energy Services dengan PT Prima Hidrokarbon Internusa.
"Begitu kita bandingkan, tentu akan diperoleh harga penawaran yang bersaing menguntungkan Pertamina dari pada hasil tender paket C yang dimenangkan oleh PT BI," pungkas Hengki. ***