Saat Sungai Batang Anai 'Menelan' Peluh Keringat Eli: Rumah dari Hasil Menabung Bertahun-tahun Lenyap dalam Sekejap

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Rabu, 18 Februari 2026 | 10:48 WIB
Eli hermita penyintas bencana sumatera di Padang Pariaman, Sumatera Barat saat ditemui di hunian sementara, Selasa (17/2/2026). (f. kompas.com)
Eli hermita penyintas bencana sumatera di Padang Pariaman, Sumatera Barat saat ditemui di hunian sementara, Selasa (17/2/2026). (f. kompas.com)

Suami Eli, yang bekerja sebagai buruh serabutan, harus menempuh perjalanan lebih dari 30 menit untuk mencapai lokasi kerja lamanya.

"Jaraknya jauh, butuh biaya bensin lebih. Kadang suami terpaksa pulang dua hari sekali untuk menghemat ongkos," tutur Eli sambil menyeka sudut matanya.

Di usia senjanya, Eli tidak meminta kemewahan. Ia hanya merindukan rasa aman yang dulu ia bangun dengan kesabaran. Harapan utamanya saat ini hanyalah memiliki rumah sendiri yang permanen.

Meski sederhana, baginya di sana dirinya bersama keluarga akan menata kembali kepingan mimpi yang hanyut dibawa arus sungai.

Bagi Eli, huntara hanyalah tempat transit. Harapan besarnya masih tertinggal di dasar Sungai Batang Anai, menunggu keajaiban atau uluran tangan yang mampu membantunya tegak kembali.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Pasbar di Sumbar Diguncang Gempa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:40 WIB

Masih Dibuka, Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sebagian Besar Riau

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:23 WIB

BMKG: Cuaca Riau Hari Ini Relatif Kondusif

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:00 WIB
X