Sejumlah Wilayah di Sumbar Terisolasi, Relawan Ceritakan Perjalanan 17 Km Antar Bantuan

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Senin, 8 Desember 2025 | 08:56 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)
Ilustrasi. (f: kompas.com)

“Satu-satunya cara adalah berjalan kaki sambil membawa logistik dengan tas carrier,” bunyi salah satu pesan relawan.

Dinni menegaskan, misi itu sama sekali bukan untuk gagah-gagahan. Perjalanan sepanjang 17 kilometer ditempuh sukarelawan dengan memanggul tas carrier berisi makanan, susu, baju hangat, dan obat-obatan.

Mereka harus melewati jembatan darurat dari batang bambu berikat tali, tanah yang sangat licin, dan puluhan titik longsor.

Ketika hampir tiba di permukiman, hujan turun deras, baterai ponsel banyak yang habis, dokumentasi minim, dan tenaga harus dihemat agar tidak terpeleset atau terseret tanah basah.

Setelah dua tim IMABAY dan @Raun.mak berhasil membuka jalur dan melaporkan kondisi langsung dari lapangan, perhatian pemerintah dan relawan lain mulai tertuju ke titik-titik terdalam.

Helikopter pun disebut mulai dikerahkan, meskipun belum semua lokasi dapat dijangkau.

Menurut Dinni, masih ada wilayah lain yang benar-benar terkepung longsor meski tidak terkena banjir langsung, yakni Dilan, sebuah daerah pedalaman di kecamatan yang sama.

“Di sana ada 32 KK. Mereka mengungsi di dekat bukit yang dianggap aman karena tidak bisa turun ke bawah. Banyak anak-anak dan lansia,” jelasnya.

Dinni bersama relawan masih terus menghimpun donasi dan menyalurkan bantuan.

“Adik-adik kami sempat hiking sebelum jalan darurat dibuat. Mereka melakukannya karena kalau terlalu lama, maka nyawa warga taruhannya,” tambahnya.

Lewat unggahan-unggahan emosionalnya, Dinni berhasil menarik perhatian publik.

Ia menceritakan rumah-rumah yang hanyut, ladang yang terkubur material longsor, serta ancaman gagal panen yang menghantui warga.

“Tidak hanya rumah yang hanyut. Sawah dan ladang pun ikut tertimbun. Banyak masyarakat terancam gagal panen,” ujarnya.

Menurut Dinni, setelah beberapa unggahannya viral, perhatian dari pemerintah mulai berdatangan.

“Setelah posting demi posting ini, ada atensi dari pemerintah,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Pasbar di Sumbar Diguncang Gempa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:40 WIB

Masih Dibuka, Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sebagian Besar Riau

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:23 WIB

BMKG: Cuaca Riau Hari Ini Relatif Kondusif

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:00 WIB
X