Bangun Generasi Cerdas dan Berkarakter, PWI Jaksel Gelar Penyuluhan Antinarkoba

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Jumat, 17 Oktober 2025 | 22:14 WIB
Para pemateri penyuluhan antinarkoba dan wawasan kebangsaan yang digelar PWI Pokja Jakarta Selatan, pada Kamis, 16 Oktober 2025.
Para pemateri penyuluhan antinarkoba dan wawasan kebangsaan yang digelar PWI Pokja Jakarta Selatan, pada Kamis, 16 Oktober 2025.

JAKARTA, RIAUSATU.COM — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kelompok Kerja (Pokja) Wali Kota Jakarta Selatan menggelar penyuluhan bahaya narkoba dan penguatan wawasan kebangsaan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 267 Jakarta, Ulujami, Pesanggrahan, pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berjiwa kebangsaan kuat.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti para guru dan siswa.

Suasana khidmat itu menjadi pengantar sesi penyuluhan yang menekankan pentingnya menjaga diri dari pengaruh narkoba serta menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan pelajar.

Ketua PWI Pokja Wali Kota Jakarta Selatan, Joni Matondang, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian insan pers terhadap masa depan generasi muda.

Ia menilai pendidikan tentang bahaya narkoba perlu disertai penguatan karakter dan semangat kebangsaan.

“Para siswa ini ibarat anak-anak saya yang harus dijaga kesehatan, mental, dan jiwa kebangsaannya. Jika mereka terbebas dari narkoba dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, mereka akan tumbuh menjadi pemimpin yang berjiwa negarawan,” ujar Joni.

Para siswa SMPN 267 Jakarta, Ulujami, Pesanggrahan, mendengarkan penyuluhan antinarkoba dan wawasan kebangsaan yang digelar PWI Pokja Jakarta Selatan, pada Kamis, 16 Oktober 2025.
Para siswa SMPN 267 Jakarta, Ulujami, Pesanggrahan, mendengarkan penyuluhan antinarkoba dan wawasan kebangsaan yang digelar PWI Pokja Jakarta Selatan, pada Kamis, 16 Oktober 2025.
Dukungan juga datang dari Kodim 0504 Jakarta Selatan. Melalui Perwira Seksi Intelijen, Mayor Infanteri Renson’s Aritonang, pihaknya berpesan agar siswa bijak dalam menggunakan teknologi digital.

Menurutnya, kemajuan teknologi dapat menjadi sarana belajar, namun juga bisa membawa dampak buruk jika disalahgunakan.

“Kalian adalah calon pemimpin bangsa. Gunakan teknologi untuk hal-hal positif. Jangan terpengaruh pada konten negatif di media sosial. Bangun jiwa kebangsaan dan cintai budaya Indonesia,” kata Renson’s.

Sementara itu, Sukamto Widodo, penyuluh dari BNN Kota Jakarta Selatan, menjelaskan secara interaktif tentang dampak narkoba terhadap kesehatan otak.

Ia menekankan, ketergantungan narkoba sulit disembuhkan dan sering kali menghancurkan masa depan penggunanya.

“Narkoba merusak otak. Kalau handphone rusak bisa diperbaiki, tapi otak tidak. Butuh waktu lama untuk pulih. Banyak contoh publik figur yang sulit lepas karena sudah ketergantungan,” ujar Sukamto.

Dalam kesempatan itu, Ketua PWI Provinsi DKI Jakarta, Kesit B Handoyo, juga mengajak siswa untuk berani menolak segala bentuk ajakan menggunakan narkoba. 

Ia menilai pencegahan bisa dilakukan melalui kegiatan positif seperti olahraga dan seni.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

X