Sementara itu Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Mohammad Nurdin berpesan kepada masayarakat agar dapat memilih dan memilah setiap informasi yang didapat agar tidak terjadi kepanikan yang berlebih.
“Riwayat kabut asap yang terjadi di Pulau Sumatera khususnya di Provinsi Riau pada tahun 2015 yang lalu membuat banyak pihak panik dan takut yang terjadi pada hari Minggu lalu adalah serangan kabut asap. Namun jika kita sudah tahu ilmunya apa itu kabut, asap, ataupun kombinasi keduanya kita tidak perlu panik. Waspada tentu yang utama tapi tidak perlu panik yang berlebih”pesan Komandan Lanud Rsn.
Dalam upaya tersebut saat ini Satgas bagian Udara yang berada di Lanud Roesmin Nurjadin tengah menjalankan misi TMC yang merupakan periode ke enam di tahun ini. Diharapkan dengan adanya TMC bisa membantu turunnya hujan di seputar wilayah Riau. Hujan pada dasarnya merupakan hal yang sangat bermanfaat.
Di saat muncul asap karena karhutla, hujan akan lebih dihargai dari hal biasanya. Hujan tidak hanya menyuburkan tanaman dan mengisi kembali persediaan air, tetapi juga membersihkan udara. Saat hujan turun melalui atmosfer, ia menarik sepuluh hingga ratusan partikel tersuspensi di udara. ***