Indonesia Siap Sambut Turis China, Menparekraf: Terbuka dan Penuh Kehati-hatian

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Sabtu, 7 Januari 2023 | 15:39 WIB
 Turis dari China. (f: int)
Turis dari China. (f: int)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Indonesia menyatakan membuka pintu lebar-lebar untuk kedatangan turis mancanegara, termasuk dari China, justru di tengah sejumlah negara di dunia melakukan penolakan bersebab Covid-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan Indonesia sangat siap menyambut wisatawan mancanegara, termasuk asal China, seiring dengan kebijakan negara tersebut untuk membuka perbatasan pada 8 Januari 2023.

“(Kesiapan Indonesia disebabkan) situasi pandemi COVID-19 sudah terkendali, bahkan tingkat kekebalan atau imunitas masyarakat Indonesia sudah di atas 98 persen," katanya, Rabu, 4 Januari 2023 lalu, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com.

"Selain itu, Presiden Joko Widodo pada Jumat (30 Desember 2022) secara resmi telah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),” ucap Sandiaga Uno menambahkan.

Sampai saat ini, pemerintah masih memberlakukan Surat Edaran (SE) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 25 tanggal 1 September 2022 untuk Pengaturan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Namun, kementerian/lembaga terkait masih berkoordinasi untuk merumuskan kebijakan terbaik.

“Dalam menyambut wisatawan Tiongkok kita lakukan dalam prinsip tentunya terbuka dengan penuh kehati-hatian,” ujar Sandiaga Uno.

Dia menyampaikan bahwa ada beberapa permintaan dari maskapai internasional China untuk membuka penerbangan langsung ke Jakarta dan Bali, seperti Air China, China Eastern, dan China Southern.

Maskapai nasional seperti Garuda, Lion Air, dan Batik Air pun diharapkan turut dapat memenuhi permintaan penerbangan langsung tersebut. Penerbangan langsung ini disebut akan memudahkan wisatawan China yang datang ke Indonesia.

Hal itu adalah karena biasanya turis China yang ingin ke Bali melalui Singapura terlebih dahulu, baru kemudian menuju Bandara Soekarno Hatta menggunakan penerbangan domestik menuju Bandara International I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Alternatif lainnya, wisatawan Tiongkok menggunakan penerbangan langsung dari Singapura ke Bali.

Untuk jumlah kunjungan wisman asal Tiongkok dan Hong Kong, sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS) baru mencapai 94.924 kunjungan selama periode Januari-Oktober 2022. Jumlah ini masih terbilang sedikit jika dibandingkan dengan sebelum pandemi yang menyentuh 2,07 juta kunjungan wisman asal Tiongkok di tahun 2019.

“Oleh karena itu, target wisman Tiongkok di tahun ini (2023) sebesar 253 ribu kami sangat yakin bisa direalisasikan,” tutur Sandiaga Uno.

Penolakan Berbagai Negara

Beberapa negara Eropa, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia telah mengenakan pembatasan terhadap pelaku perjalanan dari China dengan menunjukkan hasil negatif tes PCR yang dilakukan maksimal 48 jam sebelum keberangkatan.

Sementara itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Mao Ning mengatakan beberapa negara anggota Uni Eropa (EU) telah bertemu dan membicarakan situasi Covid-19 di China.

"Baru-baru ini negara-negara anggota EU menyatakan bahwa mereka menyambut para turis dari China dan mereka tidak akan mengenakan tindakan pembatasan apa pun," ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB
X