IDI Ingatkan Risiko Superflu bagi Kelompok Rentan

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Jumat, 9 Januari 2026 | 19:41 WIB
Daeng M Faqih dari IDI dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB Jakarta, Kamis (16/4/2020). (f: Dok BNPB/kompas.com)
Daeng M Faqih dari IDI dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB Jakarta, Kamis (16/4/2020). (f: Dok BNPB/kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Meski penyakit yang dikenal sebagai superflu tidak memiliki tingkat keparahan melebihi influenza biasa, Ketua Dewan Penasihat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengingatkan bahwa kelompok rentan tetap perlu meningkatkan kewaspadaan.

Pasalnya, seperti penyakit infeksi pada umumnya, dampak superflu dapat terasa lebih berat pada kelompok tertentu.

Daeng menjelaskan, kewaspadaan diperlukan bukan karena virus ini bersifat mematikan, melainkan karena karakteristik kelompok rentan yang memang lebih mudah mengalami kondisi berat saat terinfeksi penyakit apa pun.

“Jadi memang secara umum harus waspada ya karena cepat, karena gejalanya ada yang mengeluhkan sakit banget di tenggorokan, di punggung, di badan gitu ya,” kata Daeng kepada Kompas.com, Rabu (7/1/2026).

Daeng menyebutkan, kelompok rentan mencakup lanjut usia (lansia), anak-anak, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta atau komorbid.

Selain itu, mereka yang memiliki daya tahan tubuh kurang baik juga termasuk kelompok yang perlu lebih berhati-hati.

"Seperti penyakit biasanya itu memang orang-orang golongan rentan itu, selain gampang terkena penyakit, itu kemudian bisa penyakitnya menjadi lebih parah dari orang-orang yang tidak rentan,” ujar Daeng.

Menurut dia, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa kondisi ini bukanlah kekhususan superflu semata.

Hampir semua penyakit infeksi dapat berdampak lebih berat pada kelompok rentan. “Semua penyakit kalau kena yang rentan dan memiliki komorbid itu akan lebih parah ketimbang yang tidak memiliki kerentanan atau tidak memiliki komorbid,” kata Daeng.

Daeng mengingatkan agar masyarakat tidak salah menilai dan menganggap superflu sebagai satu-satunya penyebab kondisi berat pada pasien.

Menurutnya, faktor kerentanan individu memegang peran besar dalam menentukan tingkat keparahan penyakit. Ia menekankan, seseorang dengan kondisi kesehatan baik dan daya tahan tubuh yang optimal umumnya dapat menghadapi infeksi influenza dengan lebih ringan dibandingkan mereka yang memiliki faktor risiko.

Meski menekankan pentingnya kewaspadaan bagi kelompok rentan, Daeng kembali mengingatkan agar masyarakat tidak bereaksi berlebihan.

Ia menyebut, sikap yang diperlukan adalah kewaspadaan yang proporsional. “Enggak usah khawatir berlebihan,” kata Daeng.

Kewaspadaan tersebut, menurut dia, dapat dilakukan dengan menjaga kondisi tubuh, mengenali gejala sejak awal, serta tidak memaksakan aktivitas ketika mulai merasa sakit.

Ia juga mengingatkan bahwa penyebaran superflu tergolong cepat, sehingga perlindungan terhadap kelompok rentan menjadi penting untuk mencegah dampak yang lebih berat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB
X