Ketum PWI: Pers Harus Mengedepankan Kemanusiaan di Tengah Disrupsi Teknologi

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Rabu, 24 Desember 2025 | 10:34 WIB
Diskusi Kaleidoskop Media Massa 2025  di Hall Dewan Pers, Jakarta, Selasa (23/12/2025). Foto: Ist
Diskusi Kaleidoskop Media Massa 2025 di Hall Dewan Pers, Jakarta, Selasa (23/12/2025). Foto: Ist

“Kalau media sosial dilengkapi verifikasi, konfirmasi, dan kode etik, maka media mainstream akan semakin terdesak,” ujarnya.

Anggota Dewan Pakar PWI Pusat Wahyu Muryadi mengungkapkan, sejumlah media telah gulung tikar akibat tekanan platform digital. Meski intervensi negara bisa menjadi solusi, ia mengingatkan adanya risiko terhadap independensi media.***

Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat Agus Sudibyo menilai dominasi algoritma platform digital merupakan ancaman serius. Menurutnya, hingga kini upaya penyelesaian regulasi publisher rights masih menemui jalan buntu.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pakar PWI Pusat Dhimam Abror mengingatkan agar insan pers tidak bersikap terlalu pesimistis. Ia menilai determinisme teknologi tidak selalu terbukti dalam sejarah media.

Pandangan serupa disampaikan anggota Dewan Pakar PWI Effendi Gazali dan budayawan Sujiwo Tejo. Keduanya menilai teknologi, termasuk AI dan algoritma, akan memunculkan keseimbangan baru dalam industri media, bukan semata menjadi ancaman.

Menutup diskusi, Akbar Faisal menegaskan bahwa profesi wartawan tengah menghadapi tantangan besar.

Karena itu, organisasi profesi seperti PWI diharapkan menjadi fasilitator untuk meningkatkan profesionalisme wartawan agar eksistensi pers tetap terjaga.

Munir menegaskan komitmen PWI untuk terus memperkuat kapasitas insan pers, menjaga standar etika, dan mendorong jurnalisme yang bertanggung jawab.

“Pers Indonesia harus menjadi pilar demokrasi sekaligus pilar kemanusiaan. Hadir saat bencana, setia mengawal pemulihan, dan konsisten menyalakan harapan bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB
X