Salah satu yang ia singgung ialah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Teknologi ini, kata Cak Munir, bisa menjadi alat bantu produksi konten, tapi penggunaannya tetap harus berlandaskan kode etik jurnalistik.
“AI harus dimanfaatkan untuk menghasilkan jurnalisme berkualitas. Ini yang perlu terus digencarkan melalui pelatihan maupun pemahaman bagi seluruh anggota PWI.”
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan pemerintah, BUMN, maupun swasta untuk memperkuat kapasitas wartawan melalui pelatihan, uji kompetensi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Untuk mendapat modal utama, kita harus membangun kepercayaan. Pemerintah juga ingin PWI punya kekuatan dan kebersamaan demi pers Indonesia,” ujarnya. ***