"Atraksi ‘Pat Pat Gulipat’ yang dilakukan oleh para ‘Brutus’ ini jelas mencederai komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat ekonomi nasional. Padahal, parlemen saat ini didominasi oleh koalisi yang berada dalam pemerintahan. Seharusnya, proses legislasi BPI Danantara dapat berjalan dengan lebih cepat tanpa hambatan seperti ini," tegas Yusri.
Menurutnya, pengkhianatan politik yang dilakukan oleh para "Brutus" di lingkaran pemerintahan harus segera diakhiri. Presiden Prabowo perlu melakukan evaluasi mendalam terhadap individu-individu yang berada di dalam parlemen maupun di lingkungan pemerintahannya.
"Mereka harus disadarkan atau bahkan dijauhkan dari lingkaran kekuasaan agar tidak menghambat program-program prioritas yang telah dirancang," imbuhnya.
Seruan Tegas untuk Presiden Prabowo
Lebih lanjut, Yusri menyerukan agar Presiden Prabowo bertindak tegas terhadap individu-individu yang berusaha menyabotase pembentukan BPI Danantara.
"Presiden harus segera mengambil langkah konkret terhadap para ‘Brutus’ ini, baik di parlemen maupun di lingkup pemerintahan. Jika dibiarkan, mereka akan terus menghambat kebijakan-kebijakan strategis yang bertujuan untuk kepentingan rakyat," kata Yusri.
Menurutnya, sikap tegas tersebut juga penting agar Presiden Prabowo lebih independen dan tidak mudah terpengaruh oleh kelompok-kelompok politik lama yang masih ingin mempertahankan kepentingannya.
"Jika tindakan tegas ini diambil, niscaya rakyat Indonesia akan semakin optimis bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik di segala aspek. Saatnya bersikap tegas, Mr. President!" pungkasnya. ***