Jalan Padang-Bukittinggi yang Putus Akibat Galodo di Lembah Anai Ditargetkan Bisa Dilalui Akhir Juli

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Rabu, 29 Mei 2024 | 09:34 WIB
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar. Kombes Pol Dwi Nur Setiawan. [Foto: Dok. Humas Polda Sumbar]
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar. Kombes Pol Dwi Nur Setiawan. [Foto: Dok. Humas Polda Sumbar]

PADANG, RIAUSATU.COM –  Jalan nasional Padang – Bukittinggi yang putus total akibat banjir bandang di Lembah Anai, masih terus dikerjakan. Sedikitnya, 32 alat berat dikerahkan untuk memulihkan jalan yang ditarget bisa dilalui pada akhir Juli 2024 mendatang.

Untuk menudukung kelancaran pengerjaan jalan Lembah Anai, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar), telah mengingatkan pengendara untuk tidak nekat melewati jalan yang tengah dikerjakan.

Bahkan, Polda Sumbar melalui Direktorat Lalu Lintas tidak akan segan-segan menindak pengendara yang tetap memaksa untuk melewati jalan Lembah Anai.

“Kami akan menjerat masyarakat yang bandel karena melewati jalur Lembah Anai yang menghubungkan Padang-Bukittinggi dengan menilang mereka,” tegas Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Nur Setiawan dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (28/5/2024), dilansir padangkita.com.

Ia menyampaikan, jalur tersebut masih dalam masa perbaikan pasca-bencana banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (11/5/2024) hingga Minggu (12/5/2024), sehingga pengendara dilarang melintasinya.

“Dasar menindaknya Undang-Undang Lalu lintas. Sebab jalur tersebut tidak boleh ditempuh (verboden) selama dalam masa perbaikan,” ingatnya.

Selaku Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi mengimbau seluruh masyarakat pengguna jalan Padang - Bukittinggi ataupun sebaliknya, tidak menggunakan jalur Lembah Anai.

“Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk menggunakan jalur yang dianjurkan seperti Malalak dan lewat Sitinjau Lauik,” katanya.

Menurut Dwi, apabila masyarakat pengguna kendaraan bermotor masih memaksa menempuh jalur tersebut, sudah pasti akan mengganggu proses pengerjaan perbaikan jalan.

“Masyarakat yang tetap lalu lalang akan menghambat proses perbaikan jalan. Pengendara belum boleh melalu jalur tersebut karena sangat berisiko tinggi. Sebab kontur masih labil, meskipun jalannya sudah diperbaiki,” terangnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah juga telah menyampaikan imbauan agar masyarakat menahan diri untuk sementara waktu tidak melintasi jalan Lembah Anai. Sebab, proses perbaikannya masih berlangsung, sangat berisiko jika dipaksakan.

Berdasarkan informasi Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, diperkirakan pengerjaan perbaikan akan tuntas akhir Juli mendatang.

"Masyarakat mohon bersabar. Pengerjaan masih berlangsung, jangan dipaksakan, karena belum layak untuk dilalui, sangat berisiko," ingat Mahyeldi.

Perbaikan jalan di Lembah Anai didukung oleh PT. Hutama Karya Infrastruktur (HKI), anak usaha PT. Hutama Karya (Persero). Menurut HKI, setidaknya, jalan yang rusak mencapai panjang 6 km, dan tidak dapat dilalui.

“HKI diberikan amanah untuk membantu pemulihan pascabencana di jalan batas Kota Padang Panjang - Sicincin, di mana terdapat sepuluh titik yang perlu segera ditangani,” ungkap Project Manager Penanganan Jalan Lembah Anai, Eka Satriades dalam keterangan resminya, Senin (27/5/2024).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB
X