Bali dipilih karena dinilai memiliki kesiapan regulasi dan komitmen terhadap energi bersih yang relatif lebih maju dibandingkan sejumlah daerah lainnya.
Selain mendukung upaya pengurangan emisi karbon, program konversi motor listrik juga diproyeksikan mampu menciptakan peluang ekonomi baru, mulai dari industri konversi kendaraan, manufaktur komponen lokal, pengembangan ekosistem penukaran baterai (swap battery ecosystem), hingga penciptaan lapangan kerja berbasis industri hijau (green industry).
Apabila ekosistem tersebut dapat dibangun secara nasional, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat industri kendaraan listrik dan konversi EV terbesar di kawasan Asia Tenggara.***