Gempa Turki: Tak Sedikit yang Menyaksikan Keluarganya Meninggal di Bawah Reruntuhan Gedung

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Kamis, 9 Februari 2023 | 11:56 WIB
 ILustrasi gempa Turki. (f: int)
ILustrasi gempa Turki. (f: int)

ANKARA, RIAUSATU.COM - Gempa bumi yang melanda Turki pada Senin, 6 Februari 2023 masih menyisakan duka bagi para korban. Tak sedikit warga Turki yang harus menyaksikan keluarga dan orang terdekatnya meninggal di bawah reruntuhan gedung.

Duka yang sangat mendalam juga dirasakan oleh pemuda Turki bernama Yunus Emre Kaya (24). Dia harus kehilangan tunangan yang akan dinikahi April mendatang dalam bencana tersebut.

Tangisan pemuda tersebut pecah saat membuka kantong mayat dan mengidentifikasi jasad tunangannya itu. Yunus terlihat memberikan pelukan terakhir untuk tunangannya sebelum proses pemakaman.

“Saya berencana untuk memberinya gaun pengantin. Sekarang bukan gaun pengantin, tapi saya akan memakaikannya kain kafan,” ujar Yunus dikutip dari Reuters, dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Kematian Gulcin, tunangan Yunus, membuat pemuda yang juga bekerja di pabrik tekstil itu mati rasa. Meski dirinya selamat dalam gempa dahsyat itu, Yunus merasa seperti orang mati yang berjalan.

“Bayangkan seseorang mengikat tangan dan kaki Anda dan Anda tidak bisa bangun. Tidak ada makanan, tidak ada air, tidak ada udara. Beginilah aku, seperti orang mati berjalan,” katanya.

Saat gempa terjadi, Yunus sedang tidur di rumah. Dia langsung bangun dan menyelamatkan ibunya untuk membawanya keluar rumah. Saat mencoba menyelamatkan diri, rumah Gulcin langsung ambruk.

Terdengar jeritan dan tangisan di bawah reruntuhan rumahnya setelah 10 menit dia melarikan diri. Yunus kemudian mengetahui bahwa sang tunangan dan saudarinya telah meninggal.

Kesedihan Yunus makin dalam saat mengingat rencana pernikahan mereka yang harusnya digelar pada September 2022 lalu. Namun acara itu ditunda karena sang tunangan menunggu ayahnya kembali dari luar negeri.

“Sepertinya dia merasakan apa yang akan terjadi, dia berkata ‘Yunus, saya merasa kita juga tidak akan bisa melakukan pernikahan kali ini, dan dia merasa sedih’” ujar Yunus menirukan firasat sang tunangan.

Sebelum tunangan dan saudarinya dikuburkan, Yunus sempat mencium kening orang yang disayanginya itu. Dia hanya berharap tunangan dan saudarinya tidak merasakan kesakitan dan penderitaan.

“Dan aku hanya mencium kening mereka. Aku membuka kantong jenazah dan mencium wajahnya. Tidak ada lagi yang wanginya se-enak ini. Tidak ada bau lain yang seindah ini,” kata Yunus.

Berdasarkan data terakhir yang dirilis pemerintah setempat, jumlah korban meninggal pascagempa di Turki dan Suriah mencapai 12.000 jiwa. Adapun rinciannya adalah korban jiwa di Turki mencapai 9.057 orang, dan 2.950 orang adalah warga Suriah.

Proses evakuasi masih terkendala dengan kurangnya tim penyelamat, minimnya peralatan untuk memindahkan reruntuhan bangunan, hingga cuaca ekstrem. Sejumlah negara sudah menawarkan bantuan, dan langsung mengirimkan tim penyelamat ke Turki dan Suriah.

Indonesia juga mengirimkan tiga pasukan Tim SAR untuk misi kemanusiaan di dua negara tersebut. Tak hanya itu, Indonesia juga mengirim dokter spesialis, perawat, forensik DVI, dan K9.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X