Studi Harvard: 10 Negara Paling Bahagia dan Makmur di Dunia 2025, Indonesia Rangking Berapa?

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Minggu, 12 Oktober 2025 | 20:40 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)
Ilustrasi. (f: kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Lini masa media sosial Instagram ramai soal unggahan pernyataan Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara paling bahagia di dunia.

Pernyataan itu didasarkan oleh penelitian dari Harvard berjudul Global Flourishing Study yang terbit pada Mei 2025 lalu.

Studi tersebut melibatkan 200.000 responden di 23 negara dan wilayah. Berbeda dengan penilaian laporan kebahagiaan lainnya, studi ini menggunakan konsep "berkembang" yang mencakup rasa sejahtera secara holistik.

Dalam hal ini, kesejahteraan tidak hanya mencakup kesehatan fisik dan mental, tetapi juga tujuan hidup. Penilaian penelitian didasarkan oleh lima aspek kehidupan, yakni kebahagiaan dan kepuasan hidup, kesehatan mental dan fisik, makna dan tujuan, karakter dan kebajikan, dan hubungan sosial yang erat.

Studi tersebut dilakukan selama dua tahun, yakni 2022 sampai dengan 2024. Lantas, mana saja negara paling bahagia di dunia?

Meski bukan negara yang kaya, Indonesia menjadi negara paling Bahagia di dunia 2025 menurut Global Flourishing Study.

"Indonesia memang tidak menonjol secara ekonomi, tetapi memiliki kekuatan dalam hubungan sosial dan nilai-nilai karakter yang mendukung masyarakatnya,” ujar salah satu peneliti, seperti dikutip New York Post, dilansir kompas.com.

Peneliti menilai, Indonesia unggul dalam hal hubungan sosial, rasa kebersamaan, dan keterlibatan masyarakat. Faktor-faktor inilah yang menempatkan Indonesia di puncak daftar, mengalahkan Amerika Serikat yang berada di peringkat ke-12 dan Jepang.

Negara lain yang mendapat peringkat tinggi dalam studi ini meliputi Israel, Filipina, Meksiko, dan Polandia.

Penelitian juga menemukan, negara-negara berpenghasilan tinggi cenderung kurang memiliki hubungan sosial yang bermakna dan keterlibatan masyarakat dibandingkan dengan negara-negara berkembang.

Begitu halnya dengan Jepang yang selama ini dikenal sebagai negara dengan harapan hidup tertinggi di dunia. Negara itu bahkan berada di peringkat terakhir karena rendahnya tingkat hubungan sosial di antara penduduknya.

"Kami tidak mengatakan bahwa kekayaan atau umur panjang tidak penting. Namun, temuan ini menunjukkan bahwa mungkin ada harga yang harus dibayar dalam proses pengembangan," kata Brendan Case, salah satu penulis studi tersebut.

Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa kemakmuran dan kebahagiaan di Indonesia bukan diperoleh dari sisi kebijakan pemerintah, melainkan dari warisan budaya.

Dikutip dari Asia Times, Indonesia memiliki beragam warisan budaya yang hingga saat ini masih dilakukan, seperti tahlilan atau pertemuan doa Bersama, arisan, hingga percakapan larut malam di kafe-kafe pinggir jalan dan rumah-rumah multi-generasi.

Kegiatan tersebut mungkin tidak meningkatkan produktivitas, tetapi mengembalikan sesuatu yang jauh lebih langka di dunia modern, yakni rasa.

Dikutip dari Global Flourishing Study, berikut ini 10 negara paling Bahagia di dunia menurut peneliti Harvard yang dipublikasikan di Nature Mental Health:
Indonesia
Israel
Filipina
Meksiko
Polandia
Nigeria
Mesir
Kenya
Tanzania
Argentina.

Amerika Serikat sebagai salah satu negara kaya di dunia menempati peringkat ke-12, tepat di Bawah Hong Kong. Sementara Inggris, Turkiye, dan Jepang berada di urutan paling bawah.

Masih dari sumber yang sama, berikut ini 10 negara paling tidak Bahagia menurut Global Flourishing Study: Jepang
Türkiye
Inggris
India
Spanyol
Australia
Jerman
Brasil
Afrika Selatan
Swedia
Amerika Serikat
Hong Kong.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X