LONDON, RIAUSATU.COM - Empat rumah sakit di Inggris menyatakan insiden kritis imbas jumlah pasien flu yang melonjak luar biasa. Juru bicara rumah sakit menyebut 269 pasien flu memerlukan perawatan di rumah sakit.
University Hospitals Birmingham NHS Foundation Trust yang bertanggung jawab atas Rumah Sakit Queen Elizabeth, Heathlands, dan Good Hope beserta Rumah Sakit Solihull mengatakan bahwa UGD setempat sudah terlalu padat.
"Meskipun kapasitas di bangsal dan UGD ditingkatkan, waktu tunggu tetap 'diperpanjang'," ungkapnya, dikutip dari BBC, dilansir kompas.com
Pihak Trust juga mengeluarkan peringatan atas kondisi tersebut karena adanya tekanan ekstrem. Pejabat Kesehatan setempat menyakini, saat ini Inggris sedang menghadapi musim flu paling buruk dalam sejarah.
Sementara itu, di Perancis, kasus flu juga melonjak drastis. Permintaan masker dan obat-obatan meningkat pesat di Spanyol.
Melihat tingginya kasus flu yang menyebar di berbagai negara di Eropa, pimpinan NHS mengimbau kepada warga Inggris untuk mulai mengenakan masker saat naik transportasi umum.
Begitu juga dengan para karyawan yang batuk dan bersin tetapi cukup sehat untuk pergi bekerja.
Kepala Eksekutif NHS Providers, Daniel Elkeles, mengatakan, mengenakan masker penting untuk menghentikan kemungkinan penularan virus ke orang lain. Imbauan ini membuat masyarakat merasa Kembali ke kebiasaan terdahulu saat pandemi Covid-19.
"Masyarakat diimbau untuk kembali ke kebiasaan yang terbentuk selama pandemi Covid-19, yakni mengenakan masker saat berada di tempat umum atau di kantor jika sedang pilek," ucapnya, dilansir dari Daily Mail.
Setelah rumah sakit menyatakan insiden kritis terhadap gelombang superflu, sekolah-sekolah di Inggris juga terpaksa ditutup. Inggris seperti kembali menerapkan "lockdown firebreak" ala Covid-19 setelah ratusan orang jatuh sakit dalam beberapa hari terakhir.
Para ahli memperingatkan kondisi ini bisa menjadi wabah terburuk dalam satu dekade
Terlebih lagi setelah strain flu mutan atau yang dikenal sebagai H3N2, bersama RSV dan norovirus meningkatkan angka penyakit dan memenuhi bangsal-bangsal rumah sakit.
Dikutip dari The Sun, pekan lalu, rata-rata 1.700 pasien dirawat di rumah sakit karena flu, lebih tinggi 50 persen dibandingkan waktu yang sama tahun lalu.
Strain influenza A(H3N2) yang menyebar saat ini juga dikenal sebagai subklade K atau superflu. Kasus inilah yang mewabah di Inggris hingga Perancis.
Melihat tingginya kasus superflu, juru bicara pihak Trust mengaku akan lebih selektif menerima pasien.