hukum

Dua OTT, Dua Dunia: Rinaldi Bongkar Perbedaan Mencolok Noel dan Abdul Wahid

Jumat, 14 November 2025 | 11:15 WIB
Rinaldi, pemerhati sosial dan hukum. (f: istimewa)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM — Pemerhati hukum dan politik, Rinaldi, S.Sos., S.H., menilai dua operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer—Noel—dan Gubernur Riau (Berhalangan Sementara) Abdul Wahid berada pada “dua dunia” yang berbeda. 

Bukan hanya dari sisi bukti, tetapi juga kerapihan prosedur dan konsistensi narasi lembaga penegak hukum yang mengumumkannya.

Rinaldi mengatakan, publik keliru jika menyamakan dua peristiwa tersebut hanya karena keduanya menggunakan label OTT.

Menurut dia, struktur bukti, proses penindakan, serta motif yang muncul setelah penangkapan berjalan ke arah berlawanan.

“Kalau Noel itu OTT yang rapi dan lengkap. Sementara OTT Abdul Wahid banyak lubangnya. Dua-duanya tidak bisa disamakan,” ujarnya dalam perbincangannya dengan Riau Satu, di Pekanbaru, Jumat, 14 November 2025.

OTT Noel: Operasi Rapi yang Nyaris Tanpa Celah

Rinaldi menyebut OTT terhadap Noel sebagai gambaran operasi penegakan hukum yang “simetris”—kata yang ia gunakan untuk menggambarkan kesesuaian antara bukti, narasi, dan unsur delik.

Barang bukti berupa uang tunai, kendaraan, catatan transaksi, buku tabungan, dan percakapan elektronik dinilai memenuhi standar tertangkap tangan sebagaimana Pasal 1 angka 19 KUHAP.

Narasi yang disampaikan juru bicara KPK sejak hari pertama juga dinilai konsisten.

“Semua lurus, tidak ada koreksi lokasi, tidak ada perubahan cerita. Ini operasi yang memang siap,” kata Rinaldi.

Ia menyebut kasus Noel tidak menimbulkan kegaduhan politik karena posisinya sebagai wakil menteri tidak memicu perebutan jabatan di tingkat daerah. 

OTT Abdul Wahid: Narasi Berubah, Bukti Tak Tampak

Berbanding terbalik, OTT terhadap Gubernur Riau (Berhalangan Sementara) Abdul Wahid dinilai Rinaldi penuh kejanggalan.

Narasi lokasi penangkapan berubah dari kafe menjadi barbershop dalam pemberitaan beberapa media.

Perubahan keterangan ini, kata dia, menjadi indikator awal bahwa operasi tidak dilakukan dengan kesiapan naratif yang matang.

Halaman:

Tags

Terkini