hukum

BPKP Riau Bantah Temukan Kerugian Rp3,3 T di Proyek Pipa Blok Rokan Pertagas–RAJA

Kamis, 11 September 2025 | 16:14 WIB
Evenri Sihombing, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau. (f: internet)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM — Klarifikasi singkat Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau, Evenri Sihombing, Kamis (11/9/2025), seakan menepuk balik gelombang isu yang lebih besar.

Ia menolak tegas kabar bahwa lembaganya menemukan kerugian Rp3,3 triliun pada Proyek Pipa Blok Rokan Pertagas–RAJA.

“Informasi itu tidak benar. BPKP, khususnya Perwakilan BPKP Provinsi Riau, tidak pernah melakukan pengawasan atas Proyek Pipa Blok Rokan Pertagas–RAJA,” ujar Evenri Sihombing.

Bantahan ini bertolak belakang dengan narasi yang telanjur beredar: sejumlah jalur pipa tak berfungsi, beberapa dipasang tumpang tindih dengan pipa tua milik Chevron, dan kerugian negara diduga mencapai triliunan rupiah.

Ambisi dan Kontradiksi

Sejak awal, pembangunan pipa sepanjang 342 kilometer yang dikerjakan konsorsium Pertagas–RAJA diposisikan sebagai penopang ketahanan energi nasional.

Investasi lebih dari Rp4,6 triliun itu diresmikan dengan penuh seremoni pada Februari 2022.

Laporan resmi menyebutkan proyek rampung dengan 13 segmen pipa, bahkan mencatat 4 juta jam kerja tanpa kecelakaan.

Namun, di lapangan, cerita berbeda mencuat. “Ada pipa yang dari awal memang tidak bisa digunakan,” kata seorang insinyur yang terlibat, meminta namanya dirahasiakan.

Jejak Pemilihan Mitra

Proses pemilihan RAJA sebagai mitra Pertagas sejak 2019 juga menyisakan tanda tanya.

Skema beauty contest yang hanya melibatkan dua perusahaan—RAJA dan Isar Gas—dipandang sejumlah sumber sebagai rekayasa sejak awal.

“Sejak lelang, arahnya memang ke RAJA,” ujar seorang pejabat yang mengetahui prosesnya.

Majalah Gatra sempat mengaitkan keterlibatan RAJA dengan hubungan politik lingkaran elite.

Halaman:

Tags

Terkini