“Jangankan membuktikan Rp1 kuadriliun, bahkan angka Rp 193,7 triliun saja sulit untuk diverifikasi,” katanya.
Menurutnya, angka Rp1 kuadriliun hampir setara dengan 80 persen dari total pendapatan Pertamina pada tahun 2024 yang mencapai USD 75 miliar atau sekitar Rp .237 triliun (dengan kurs Rp 16.500).
“Total laba bersih Pertamina (audited) dari tahun 2018 hingga 2023 hanya sebesar USD 16,406 miliar. Rinciannya: tahun 2018 sebesar USD 2,53 miliar, tahun 2019 sebesar USD 2,53 miliar, tahun 2020 sebesar USD 1,05 miliar, tahun 2021 sebesar USD 2,046 miliar, tahun 2022 sebesar USD 3,81 miliar, dan tahun 2023 sebesar USD 4,4 miliar,” pungkas Yusri. ***