SUMEDANG, RIAUSATU.COM - Kasus perundungan atau bullying pelajar di Sumedang, Jawa Barat, diselesaikan oleh jajaran penegak hukum secara kekeluargaan.
Polres Sumedang melakukan pendampingan terhadap AG, korban perundungan dan penganiayaan yang videonya tengah viral di media sosial.
"Peristiwa perundungan tersebut dipicu oleh kesalahpahaman korban dengan kekasih salah satu pelaku yang terjadi pada Sabtu 24 September 2022," tuturnya dalam keterangan tertulis.
"Keempat pelaku menganiaya dan merundung korban di suatu tempat yang berada di Kiarapayung, Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang," ujarnya.
"Kedua pihak dengan didampingi keluarga pun berada di Polsek Sukasari Polres Sumedang untuk dimintai keterangan dan diupayakan perdamaian, Jumat, 30 September 2022," kata pihak Polres Sumedang menambahkan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan juga mengatakan bahwa kedua belah pihak yang terlibat perkelahian sudah diselesaikan secara musyawarah.
Hal itu berdasarkan hasil mediasi yang dihadiri oleh kepala sekolah, guru, orangtua, dan aparat setempat.
Eka Ganjar Kurniawan memastikan kasus kekerasan tersebut telah selesai secara damai, dan hasil mediasi tersebut tertuang dalam berita acara.
Sebelumnya, seorang siswa MTs menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pelajar SMP Negeri di Sumedang, Jawa Barat.
Dalam video yang beredar, terlihat siswa MTS tersungkur di tanah karena dipukul, diinjak, hingga ditendang gerombolan pelajar SMP Negeri tersebut.
"Mau ngadu ke siapa ayo?!," ucap salah seorang pelaku.
"Ayo lu mau dilindes pake motor?!," ujarnya menambahkan.
Menerima serangan membabi-buta dari para pelaku, korban pun berteriak memohon ampun tapi tidak dihiraukan.
"Ampun, ampun," katanya.
"Sana lu mau ngadu juga, sana," tutur pelaku menimpali sambil terus menyiksa.