PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Forum LSM Riau Bersatu meminta aparat hukum mengusut dugaan tindak pidana korupsi pada delapan proyek preservasi Jalan Nasional di Provinsi Riau tahun jamak 2018 dan 2019, di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.
LSM Forum Bersatu juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan audit investigasi terhadap delapan paket proyek yang menelan anggaran APBN sebesar Rp1 triliun lebih itu untuk mengetahui kerugian negara, terutama biaya retensi sebesar 5 persen yang diduga tidak jelas peruntukkannya.
Demikian disampaikan Ketua Forum LSM Riau Bersatu, Zerry Hijrah, kepada riausatu.com, di Pekanbaru, Kamis (2/6/2022). Dia kemudian merincikan satu per satu ke-8 paket preservasi (pemeliharaan) Jalan Nasional di Provinsi Riau yang menggunakan skema multiyears contract itu.
Pertama Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts. Prov. Sumut – Bagan Batu – Simpang Balam – Simpang Batang (MYC) (PN), penyedia jasa PT Bangun Mitra Abadi, nilai pekerjaan Rp138,75 miliar; konsultan pengawas PT Global Profex Synergy KSO PT Nusvey – PT Jasa Mitra Manunggal, nilai pekerjaan Rp3,64 miliar.
Kedua, Preservasi dan Pelebaran Jalan Simpang Batang – Bts. Batas Kotamadya – Simp. Terminal dan Batas Kota Dumai Duri, penyedia jasa PT Angkasapuri Konsursindo, nilai pekerjaan Rp129,58 miliar; konsultan pengawas PT Anugerah Kridapradana – PT Giritama Persada – PT Pola Agung Konsulting (KSO), nilai pekerjaan Rp3,35 miliar.
Ketiga, Preservasi Rekonstruksi Duri – Kandis – Sp. Palas – Siak II (Pekanbaru), penyedia jasa PT Karya Bisa – PT Chandara Cipta Sarana (KSO), nilai pekerjaan Rp119,02 miliar; konsultan pengawas PT Wahana Mitra Amerta – PT Hi-Way Indotek Konsultan – PT Ciriatama Nusa Widya Consult dan PT Disiplan Consult (KSO), nilai pekerjaan Rp3,45 miliar.
Keempat, Preservasi Rehabilitasi Jalan Sp. Gemar Menabung – Sp. Air Hitam – Sp. Panam – Sp. Kubang – Sp. KH Nasution – Sp. Kayu Ara, penyedia jasa PT Viarajaya Riauputra – PT Lutvindo Wijaya (KSO), nilai pekerjaan Rp113,43 miliar; konsultan pengawas PT Mono Heksa – PT Seecons – PT Plato Isoiki, nilai pekerjaan Rp3,18 miliar.
Kelima, Preservasi Rekonstruksi Jalan Sp. Lago – Sp. Buatan – Sp. Siak Sri Indrapura – Mengkapan/Buton, penyedia jasa PT Mutu Utama Konstruksi, nilai pekerjaan Rp148 miliar; konsultan pengawas PT Daya Creasi Mitrayasa – PT Purnajasa Pratama – PT Pemeta Engineering System (KSO), nilai pekerjaan Rp3,46 miliar.
Keenam, Preservasi dan Pelebaran Jalan Simpang Lago – Sorek I, penyedia jasa PT Trifa Abadi – PT Cemerlang Samudra Kontrindo (KSO), nilai pekerjaan Rp103,96 miliar; konsultan pengawas PT Wesitan Konsultasi Pembangunan – PT Bintang Inti Rekatama – PT Arci Pratama Konsultan (KSO), nilai Rp3,25 miliar.
Ketujuh, Preservasi dan Pelebaran Jalan Sorek I – Bts. Kab. Inhu – Sp. Japura – Pematang Reba, penyedia jasa PT Istaka Karya – PT Hasrat Tata Jaya – PT Semangat, nilai pekerjaan Rp150 miliar; konsultan pengawas PT Arteri Cipta Rencana – PT Hasfarm Dian Konsultan – PT Dhanesmantara Consultan (KSO), nilai Rp3,61 miliar.
Dan kedelapan, Presevasi Rehabilitasi Pematang Reba – Rengat – Siberida – Bts, Jambi, penyedia jasa PT Mekar Abadi Mandiri – PT Inti Indokomp, nilai pekerjaan Rp104,94 miliar; konsultan pengawas PT Yodya Karya (Persero) Cabang Pekanbaru – PT Sarana Bhuana Jaya (KSO), nilai Rp3,39 miliar.
Hasil investigasi Forum LSM Riau Bersatu di lapangan terkait pekerjaan beberapa proyek Preservasi Jalan Nasional Lintas Timur Provinsi Riau di atas, sebut Zerry, diduga telah terjadi tindak pidana korupsi yang bisa merugikan negara puluhan miliar rupiah.
Paket-paket tersebut yakni Preservasi dan Pelebaran Jalan Simpang Lago – Sorek I yang dikerjakan PT Trifa Abadi, Presevasi Rehabilitasi Pematang Reba – Rengat – Siberida – Bts, Jambi yang dikerjakan PT Mekar Abadi Mandiri – PT Inti Indokomp, Preservasi dan Pelebaran Jalan Sorek I – Bts. Kab. Inhu – Sp. Japura – Pematang Reba yang dikerjakan PT Istaka Karya – PT Hasrat Tata Jaya – PT Semangat.
‘’Kita menduga telah terjadi kerugian negara puluhan miliar rupiah, karena banyak item-item pekerjaan di paket-paket preservasi tersebut yang ditengarai ditilap, dan tidak sesuai spesifikasi teknis, terutama pada pekerjaan preservasi,’’ bebernya.
Menurutnya, item-item yang tidak dikerjakan antara lain pemotongan rumput, damija (daerah milik jalan), pekerjaan bahu jalan, perkerjaan drainase karena pada beberapa paket dimaksud tidak ada lagi bahu jalan yang bagus, semua berantakkan mulai Simpang Lago sampai Desa Kemang Km 82.