• Senin, 4 Juli 2022

Sidang Limbah Chevron, Terungkap Cemari Hutan Lindung Menggala Sakti Rokan Hilir!

- Rabu, 25 Mei 2022 | 09:38 WIB
Armi Hasyim, warga Desa Menggala Saksi Kabupaten Rokan Hilir, memberikan keterangan pada sidang Gugatan Lingkungan Hidup LPPHI atas pencemaran limbah B3 TTM di Blok Rokan, Senin (23/5/2022) di PN Pekanbaru. (foto: Dok. LPPHI)
Armi Hasyim, warga Desa Menggala Saksi Kabupaten Rokan Hilir, memberikan keterangan pada sidang Gugatan Lingkungan Hidup LPPHI atas pencemaran limbah B3 TTM di Blok Rokan, Senin (23/5/2022) di PN Pekanbaru. (foto: Dok. LPPHI)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Fakta mencengangkan kembali hadir di persidangan Gugatan Lingkungan Hidup Lembaga Pencegah Perusak Hutan Indonesia (LPPHI) terhadap pencemaran lingkungan limbah bahan berbahaya beracun (B3) tanah terkontaminasi minyak (TTM) PT CHevron Pacific Indonesia (CPI), Senin (23/5/2022), di PN Pekanbaru.

Limbah tersebut ternyata selama ini mencemari kawasan hutan lindung di Menggala Sakti, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Terungkapnya fakta itu berawal dari pertanyaan Kuasa Hukum PT Chevron Pacific Indonesia kepada saksi yang dihadirkan LPPHI ke persidangan, Armi Hasyim.

Kuasa Hukum CPI menanyakan kepada Armi, apakah saksi itu pernah diberi tahu bahwa lahan milik orang tuanya berada di dalam kawasan hutan lindung atau tidak. Armi menjawab tahu. Ia bahkan menjelaskan bahkan sejak belum ada CPI keluarganya sudah ada di sana.

Tak berhenti sampai di sana, Kuasa Hukum CPI lantas mengajukan kepada Majelis Hakim yang menyidangkan perkara itu untuk memperlihatkan surat yang ditandatangani Armi dan juga pihak CPI.

Surat itu ternyata merupakan pernyataan CPI dan Armi Hasim yang menyatakan bahwa lokasi tersebut berada di dalam kawasan hutan lindung.

Perdebatan sengit sempat mewarnai ruang sidang tatkala terungkapnya adanya pencemaran Limbah B3 TTM di Hutan Lindung itu. Ketua Majelis Hakim pun lantas menengahi.

"Soal itu kawasan hutan lindung masing-masing buktikan lah nanti di sidang ini," ungkap Ketua Majelis Hakim Dr Dahlan SH MH.

Armi Hasyim merupakan ahli waris dari pemilik kebun kelapa sawit di Desa Menggala Sakti Kabupaten Rokan Hilir yang kini merana akibat tercemar limbah B3 TTM Blok Rokan CPI itu.

Armi menceritakan di ruang sidang, lahan tersebut ditanami oleh orangtuanya mulai tahun 2003. "Di atasnya itu kilang minyak Chevron. Penampungan limbah itu di atas lahan orangtua saya. Penampungan itu bocor. Pada tahun 2003 awalnya setengah hektare yang tercemar. Sekarang sudah 2,5 hektare," beber Armi.

Halaman:

Editor: Novrizon Burman

Tags

Terkini

Personel Polsek Sukajadi Patroli Sepeda

Sabtu, 12 Februari 2022 | 13:32 WIB

Oknum Pejabat Kemenkeu Diperiksa Polisi

Selasa, 23 November 2021 | 21:43 WIB

Terpopuler

X