KPK Diminta Telisik Proses Tender Mobil Ratusan Miliar Rupiah di PHR

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Minggu, 22 Mei 2022 | 13:15 WIB
Acara buka puasa bersama di rumah anggota Komisi VII DPR RI  Muhammad Nasir, di Pekanbaru, 26 April 2022, dihadiri oleh Dirut PT Pertamina Hulu Rokan Jafee Arison Suardin. (f: ist)
Acara buka puasa bersama di rumah anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Nasir, di Pekanbaru, 26 April 2022, dihadiri oleh Dirut PT Pertamina Hulu Rokan Jafee Arison Suardin. (f: ist)

Kelima perusahaan yang diundang adalah PT Andalan Permata Buana, PT Andalas Karya Mulya, PT Alamwisesa Pratama, dan PT Swadaya Abdi Manunggal.

Azwir Effendy belakangan mengakui, pertemuan itu batal berlangsung lantaran tidak ada yang datang dari kelima perusahaan itu. Namun, ia mengatakan, pertemuan itu untuk mengetahui lebih lanjut apa yang sebenarnya terjadi atas pembatalan agenda tender tersebut.

Informasi diterima wartawan,Azwir kembali mengundang kelima perusahaan pada 10 Mei 2022.

Ketika dikonfirmasi riausatu.com via pesan WhatsApp, Ahad (22/5/2022) siang, Azwir Effendy menjawab, ‘’Saya tidak bisa memberikan klarifikasi tertulis, selain face to face.’’ 

Ditawarai wanwancara melalui telepon selular agar bisa direkam, Azwir menolak halus dan menjawab, ‘’Maaf pak..’’

Rumor beredar, ternyata tender itu diikuti sembilan perusahaan. Selain lima perusahaan yang diundang Azwir itu, ada empat perusahaan lain yang tidak pernah diundang Azwir. Padahal, ia berdalih ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi atas penundaan agenda tender itu.

Info yang diterima wartawan, setelah pertemuan Azwir dengan lima perusahaan peserta tender pada 10 Mei 2022, tak lama kemudian, tepatnya 12 Mei 2022, PHR melangsungkan agenda Pemasukan dan Pembukaan Dokumen Penawaran pada tender kegiatan Penyediaan Jasa Rental Kendaraan Ringan Penumpang untuk Area Operasi PHR dengan Nomor Tender SPHR00180A itu. Sembilan perusahaan tersebut diundang dan telah memasukan penawarannya.

Hingga berita ini diterbitkan, anggota Komisi VII DPR Muhammad Nasir dan Dirut PHR Jafee A Suardin tak menggubris konfirmasi yang diajukan riausatu.com melalui nomor Whatsapp masing-masing.

Wartawan juga sempat mengkonfirmasi kepada VP Supply Chain Management (SCM) PHR Erwin Karow yang paling bertanggung jawab semua proses pengadaan di PHR, namun tak ada respon juga hingga berita ini diturunkan.

Penawaran pada lelang itu diketahui menggunakan sistem dua amplop, amplop pertama berisi dokumen harga dan teknis, amplop kedua berisi harga. Lazimnya sistem ini, yang lolos evaluasi teknis baru dibuka harganya.

Beberapa peserta lelang yang sudah puluhan tahun sebagai pemasok sewa mobil di operator WK Migas Blok Rokan sebelumnya dimintai komentarnya, hanya berkomentar pendek atas kejanggalan tersebut.

"Ada yang mau nembak di atas kuda." Singkat amat kalimat dia, tanpa mau menjelaskan maknanya. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

X