PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Direktur Eksekutif Yusri Usman mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik dan mengusut proses tender Penyediaan Jasa Rental Kendaraan Ringan Penumpang untuk Area Operasi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
‘’Kita minta KPK menelisik dan mengusut proses kegiatan Nomor Tender SPHR00180A di PHR dengan anggaran ratusan miliaran rupiah itu, karena kita menduga kuat ada persekongkolan untuk memenangkan satu perusahaan,’’ sebut Yusri Usman, kepada media siber ini, Ahad (22/5/2022) siang.
Menurutnya, KPK bisa buka CCTV di rumah Muhammad Nasir, apa benar ada pertemuan dimaksud. ‘’Buka CCTV di rumah M Nasir, benar nggak ada pertemuan itu. Audit forensik nomor Hp dan WA, pembicaan di hp. Ini kan menimblukan banyak spekulasi. Nanti akan terbuka kalau ada intervensi,’’ tegasnya.
Desakan CERI agar KPK menelisik dan mengusut proses tender Penyediaan Jasa Rental Kendaraan Ringan Penumpang untuk Area Operasi PHR selama tiga tahun ini berawal dari pemberitaan di sejumlah media situs berita (siber).
Seperti dilansir Urbannews.id, sebuah pertemuan berlangsung di kediaman anggota Komisi VII DPR RI Bidang Migas, Muhammad Nasir di Pekanbaru, Riau, pada 26 April 2022. Acaranya biasa, buka puasa bersama.
Namun, yang hadir kali itu bukan sembarang orang. Ada Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Jafee Arison Suardin.
Jafee adalah orang nomor satu di jajaran direksi perusahaan Migas yang kini mengelola WK Migas Blok Rokan di Provinsi Riau itu. Selain itu, juga hadir Ketua Umum Asosiasi Kontraktor Migas Riau (AKMR), Azwir Effendy.
Azwir membenarkan adanya pertemuan itu ketika dikonfirmasi wartawan pada Selasa (17/5/2022). Ia juga mengaku melihat Jafee hadir pada pertemuan itu.
Menariknya, sehari setelah acara di rumah Muhammad Nasir itu, PHR mengumumkan pembatalan agenda Pembukaan dan Pemasukan Dokumen Penawaran pada tender kegiatan Penyediaan Jasa Rental Kendaraan Ringan Penumpang untuk Area Operasi PHR dengan Nomor Tender SPHR00180A. Agenda ini sedianya dilaksanakan pada 27 April 2022.
Sebelum penundaan itu, pada malam setelah acara buka puasa bersama itu, beredar pesan Whatsapp di antara sembilan peserta tender. Pesan itu diduga berasal dari Ketua Asosiasi Kontraktor Migas Riau, Azwir Effendy. Adapun pesan itu berbunyi, "Penundaan ini hasil pertemuan saya dengan Pak Buyung, Pak Feri, dan Bang Nasir di rumahnya tadi malam."
Ketika dikonfirmasi wartawan, Azwir mengakui pesan tersebut whatsapp itu tidak berasal dari dia.
Meski demikian, isi pesan whatsapp itu menjadi kenyataan, sesuai dengan yang dilakukan oleh pihak SCM PHR, yaitu menunda waktu pemasukan dokumen penawaran lelang tersebut.
Alhasil, panitia lelang menginformasikan pembatalan untuk jangka waktu yang akan diumumkan kemudian. Pemberitahuan itu disampaikan Ivi Natasya atas nama Panitia Tender.
Diketahui, tender tersebut adalah untuk pengadaan mobil ringan sebanyak 700 unit, terdiri dari tiga paket lelang di PHR WK Rokan.
Setelah acara itu, Ketua AKMR Azwir Effendy mengundang lima perusahaan peserta tender itu untuk hadir pada 28 April 2022 di Hotel Premiere, Pekanbaru pukul 14.00 WIB.