• Senin, 4 Juli 2022

Pemutusan Hubungan Kerja Pembangunan Gedung BSP, Denny: Sudah Sesuai Kontrak!

- Sabtu, 9 April 2022 | 14:15 WIB
Kuasa hukum PT Bumi Siak Pusako saat jumpa pers terkait pemutusan hubungan kerja pembangunan gedung Kantor BPS, Jumat (8/4/2022) malam.
Kuasa hukum PT Bumi Siak Pusako saat jumpa pers terkait pemutusan hubungan kerja pembangunan gedung Kantor BPS, Jumat (8/4/2022) malam.

PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Pemutusan hubungan kerja oleh PT. Bumi Siak Pusako (BSP) terhadap (BA) terkait pembangunan gedung Kantor BSP di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, sudah sesuai perjanjian kontrak.

Penegasan itu disampaikan oleh Tim Kuasa Hukum PT BSP, Denny Azani B Latief SH MH didampingi rekan Ilhamdi Taufik SH MH dan Alhendri SH MH, dalam konferensi pers di salah satu hotel di Pekanbaru, Jumat (8/4/2022) malam.

"Jika ada pihak punya penafsiran lain terhadap isi kontrak pekerjaan pembangunan gedung BSP dimaksud, maka sesuai pasal 25 kontrak, penyelesaiannya adalah ke BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia," sebut Denny.

Menurutnya, pemutusan kontrak pembangunan gedung BSP karena pekerjaan oleh PT BA dinilai tidak sesuai perjanjian kontrak berdasarkan penilaian Manajemen Kontruksi (MK) PT Riau Multy Cipta Dimensi (PT RMCD).

‘’MK menemukan banyak terjadi kelalaian, wanprestasi, dan penyimpangan atas pekerjaan yang dilakukan PT BA terhadap pembangunan Gedung PT BSP di lahan seluas 7.488 meter per segi itu,’’ beber Denny.

Kontrak pembangunan gedung PT BSP dilakukan antara Direktur PT BSP Iskandar dan Direktur PT BA Aji Susanto, Nomor: 011/PKS- BSP/IV/2021 tanggal 15 April 2021, jangka waktu pelaksanaan 540 hari kalender terhitung 15 April sampai 6 Oktober 2021.

Di dalam kontrak dituangkan klausul-klausul mengikat antara kedua belah pihak. Salah satunya menyatakan jika PT BA lalai memenuhi tahapan-tahapan pembangunan, maka PT BSP berhak memutus hubungan kerja sepihak.

Dijelaskan Denny, setelah berjalan kurang lebih satu tahun ternyata pekerjaan pembangunan Gedung BSP tidak menunjukan progres yang signifikan. Setelah dihitung-hitung oleh MK, ada kelalaian atau wanprestasi mencapai 12,926 persen.

‘’Artinya, dalam tempo lebih kurang satu tahun tidak terdapat pembangunan yang berarti oleh PT BA. Setelah mengirimkan peringatan, langkah pemutusan kerja pun dilakukan PT BSP kepada PT BA,’’ ujarnya.

Herannya, imbuh Denny, setelah pemutusan hubungan kerja PT BA ternyata tidak meninggalkan lokasi proyek. Tentu kondisi ini menyulitkan PT BSP melanjutkan pembangunan gedung.

Halaman:

Editor: Novrizon Burman

Tags

Terkini

Personel Polsek Sukajadi Patroli Sepeda

Sabtu, 12 Februari 2022 | 13:32 WIB

Oknum Pejabat Kemenkeu Diperiksa Polisi

Selasa, 23 November 2021 | 21:43 WIB

Terpopuler

X