PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan membawa wajah baru di Bumi Lancang Kuning dengan membuat sebuah visi 'hijau' melalui konsep Green Policing untuk mengubah stigma 'Riau penghasil asap'.
Sejak memimpin Polda Riau pada Maret 2025, Irjen Herry berkomitmen penuh untuk mengubah stigma negatif tersebut. Berangkat dari keprihatinannya atas permasalahan kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun, Irjen Herry membuat terobosan positif.
Melalui Green Policing, Irjen Herimen tidak hanya berfokus pada penindakan hukum, tetapi mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan awareness akan pentingnya menjaga hutan. Kapolda menyinggung hutan tropis di Provinsi Riau yang menyusut dari 5,6 juta hektare dan kini tersisa hanya 1,1 juta hektare pada 2023.
"Artinya ada sekitar 75 persen hutan yang hilang akibat deforestasi dan kebakaran hutan. Ini bukan lagi sekadar masalah lokal, tapi sudah menjadi isu global. Stigma asap ini menghambat investasi, bahkan membuat sawit kita sempat di-banned di Uni Eropa," ujar Irjen Herry, Selasa 13 Januari 2026.
Selama hampir 10 bulan ini, Kapolda terus berupaya membangun kesadaran kolektif mulai dari kalangan civitas akademika, komunitas masyarakat, hingga menyentuh kalangan Gen-Z. Pendekatan ini dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir.
Green Thinking dan Green Habit
Konsep Green Policing bukan sekadar menanam pohon, melainkan upaya mengubah pola pikir 'hijau' (Green Thinking) hingga kebiasaan (Green Habit) di masyarakat.
Juga sebagai konsep yang terus-menerus ditularkan kepada masyarakat ini kemudian memunculkan komunitas-komunitas hijau seperti 'Green Mubaligh', 'Green Policing Runners', 'Green Campus' hingga 'Green Court' dan masih banyak lagi.
"Dan ini juga kami terapkan di jajaran polres hingga polsek," ucap Irjen Herry.
Hingga awal 2026, Polda Riau telah menyentuh 3.398 lembaga pendidikan atau sekitar 45,1% dari total data, mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
"Yang sudah tersentuh dari data lembaga pendidikan tersebut, total yang sudah kita sentuh sosialisasi itu ada 3.398 lembaga pendidikan. Ini agregatnya 45,1 persen," tambahnya.
Irjen Herry juga memperkenalkan budaya baru, seperti memberikan kado bibit pohon untuk anggota yang berulang tahun. Tujuannya, agar budaya hijau ini menjadi sebuah kebiasaan (Green Habit).