• Selasa, 4 Oktober 2022

Menjalani Pekerjaan Ini Janjikan Penghasilan Ratusan Ribu Rupiah Semalam

- Rabu, 21 September 2022 | 15:38 WIB
  Pemilik langsung menunggui buah durian jatuh dari batangnya, baik siang atau pun malam. (f: evi endri)
Pemilik langsung menunggui buah durian jatuh dari batangnya, baik siang atau pun malam. (f: evi endri)

LIMAPULUH KOTA, RIAUSATU.COM - Di tengah sulitnya kondisi perekonomian masyarakat belakangan ini, yang kian diperparah oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kelompok masyarakat ini justru menikmati tingkat penghasilan yang lebih dari cukup.

Antara lain, yaitu mereka yang bergelut di buah durian, baik sebagai pemilik pohon atau kebun durian, para pedagang pengumpul buah durian, para kuli tukang angkut buah durian, bahkan yang tidak punya pohon durian pun ikut kecipratan rezeki berlebih.

Sebagaimana diketahui, sejak sekitar sebulan terakhir sejumlah daerah sentra penghasil buah durian di Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, lagi musim jatuh buah durian. Musim durian kali ini termasuk besar, karena terjadi secara serentak.

Antara lain di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota. Nagari ini sentra utama penghasil buah durian di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota.

Ransi (55), salah seorang pemilik batang durian di Koto Alam, mengaku pada musim buah durian kali ini --sama dengan musim-musim sebelumnya-- ia mendapatkan penghasilan ratusan ribu rupiah setiap hari dari kegiatannya menunggu buah durian jatuh di batangnya.

Dengan memiliki 10 batang durian, yang terletak agak jauh perkampungan, tiap hari ia menjual buah durian hampir 100 buah. "Sangat lumayan," kata Ransi, saat ditanya penghasilannya tiap hari.

Pedagang pengumpul buah durian juga menikmati penghasilan yang lumayan besar. Membeli langsung buah durian ke kebun dan rumah-rumah penduduk, buah durian itu langsung dijual pedagang ke sisi jalan negara Sumbar-Riau yang melintasi nagari itu, selain ada juga yang memasarkan langsung ke Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau.

Bahkan, tukang angkut buah durian juga mendapatkan penghasilan lebih dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Buyung (57), seorang tukaang angkut buah durian, mengaku tiap hari ia mendapatkan upah antara Rp150.000 sampai Rp200.000 dari kegiatannya mengangkut durian dari kebun-kebun ke perkampungan.***

Editor: Evi Endri

Tags

Terkini

Soal Tarif Listrik, Ini Kata Sekjen Kementerian ESDM

Kamis, 22 September 2022 | 16:28 WIB
X