JAKARTA, RIAUSATU.COM - Mayoritas publik menolak agar harga BBM (bahan bakar minyak) dinaikkan pada saat ini.Mereka mengklaim kebijakan tersebut hanya akan menambah beban bagi mereka. Data itu dikeluarkan oleh sebuah lembaga survei, yaitu Lembaga Survei Indonesia (LSI), pada Senin, 4 September 2022.
"Hampir 60 persen masyarakat menyatakan sebaiknya BBM enggak usah dinaikkan, walaupun itu akan menambah utang," kata Direktur Eksekutif LSI Djadi Hanan pada keterangan resmi LSI, Minggu 4 September 2022.
Djayadi menjelaskan, sebagaimana dilansir dari Pikiran-Rakyat.com, kebijakan kenaikan harga BBM saat ini bukanlah kebijakan yang populer di tengah masyarakat.
Untuk datanya, data survei diambil dari 1.220 responden berusia 17 tahun atau lebih di seluruh Indonesia. Metodologi survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.***