Gubernur Sebut Sumbangsih Grup APRIL Besar Bagi Investasi Riau

photo author
Fatahilah, Riau Satu
- Kamis, 7 April 2022 | 15:42 WIB
menko Airlangga dan Gubri saat berkunjung ke PT RAPP Pelalawan beberapa waktu lalu (PT RAPP)
menko Airlangga dan Gubri saat berkunjung ke PT RAPP Pelalawan beberapa waktu lalu (PT RAPP)

PANGKALAN KERINCI,RIAUSATU.COM-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau optimis target investasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat untuk Riau tahun 2022 sebesar Rp63 triliun bisa tercapai. Hal ini melihat realisasi investasi di awal tahun sudah mencapai 50 persen.

Investasi tersebut berasal dari Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) Group yang mengucurkan dana sebesar Rp33,4 triliun untuk pembangunan pabrik kertas kemasan (paperboard) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan Pemprov Riau terus mendorong masuknya investasi baik yang berpotensi sumber daya alam, infrastruktur maupun pertanian.

Pada tahun 2021 lalu, realisasi investasi Riau mampu melebihi target sebesar Rp53,08 triliun dari target Rp49,1 triliun. Capaian ini menjadikan Provinsi Riau sebagai peringkat pertama di Sumatera dan peringkat ke-5 secara nasional setelah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, Riau dan barulah kemudian disusul Jawa Tengah.

"Pemerintah pusat telah meningkatkan target investasi Riau tahun 2022 sebesar Rp63 triliun atau naik sekitar 24 persen dari tahun 2021 lalu," ujar Gubri saat mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian RI, Airlangga Hartarto meninjau realisasi investasi produk kemasan (Paperboard) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), grup APRIL di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Selasa (29/3/2022).

Syamsuar optimis pihaknya dapat memenuhi target tersebut terlebih saat melihat papan investasi dari grup APRIL. Sebab sebagian besar investasi yang tinggi ini merupakan sumbangsih dari APRIL Group.

“Untuk itu kami atas nama Pemprov Riau mengucapkan terima kasih kepada APRIL Group yang selama ini sudah berkontribusi besar terhadap capaian realisasi investasi di Provinsi Riau dan Insya Allah target kita, tadi Pak Menko juga sudah menyampaikan, 50 persennya adalah sumbangsih dari APRIL Group. Jadi target kita kan Rp63 triliun, ini sudah Rp33 triliun jadi tinggal nambah Rp30 triliun saja, InsyaAllah target bisa kita capai," ujar Gubri optimis.

Bahkan Gubernur menjelaskan realisasi investasi ini juga berhasil menurunkan angka pengangguran terbuka di Provinsi Riau. Tingkat pengangguran yang sebelumnya 6 persen pada tahun 2020 turun menjadi 4 persen lebih atau telah menyerap sebanyak 61.338 orang tenaga kerja di tahun 2021.

Mantan Bupati Siak ini menambahkan, pemerintah juga siap mendukung agar proyek besar ini dapat terwujud di tahun 2023 sehingga dapat menyerap tenaga kerja dan memberikan multiplier effect yang cukup banyak.

"Kami mengharapkan semoga dengan berhasilnya kita menciptakan investasi di Riau, semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi Riau di mana dalam sejarah 5 tahun ini, belum pernah pertumbuhan ekonomi mencapai 3 persen lebih. Tapi Alhamdulillah di tahun 2021 pertumbuhan ekonomi kita mencapai 3,31 persen. Ini semua tentunya berkat dukungan dan kerjasama kita semua sehingga target investasi bisa kita capai dan pertumbuhan ekonomi bisa kita capai dan angka pengangguran terbuka bisa menurun," harapnya.

"Dan mudah-mudahan juga kita juga bisa menurunkan angka kemiskinan di Riau," katanya.

Sebelumnya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pabrik paperboard yang dibangun APRIL Group merupakan salah satu pabrik state-of-the-art dan terintegrasi. Pabrik ini diperkirakan akan mempekerjakan secara tidak langsung sebanyak 11 ribu orang.

Kemudian, Menko menambahkan keberadaan pabrik kertas kemasan ini dapat menyokong komitmen zero net emission pemerintah di tahun 2060 karena pengelolaan yang sustainable atau berkelanjutan.

"Ini merupakan wujud nyata dari Green Economy dan Sustainable Forest Management, bisa dilihat dari pengelolaan sumber daya bahan bakunya berasal dari hutan tanaman industri, tentu ini berbasis hijau dan mengapa dia sustainable karena penanaman eucalyptus hanya butuh waktu 5 tahun untuk panen dibanding negara Eropa yang memakan waktu hingga 25 tahun, jadi ini sangat kompetitif dari negara lain," jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Fatahilah

Rekomendasi

Terkini

X