Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Masih akan Terpuruk

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Kamis, 13 Agustus 2015 | 11:39 WIB

JAKARTA, RIAUSATU.COM-Pergantian atau perombakan Kabinet Kerja ternyata belum mampu membuat pasar bergairah. Nilai tukar Rupiah masih saja tertekan dan diprediksi masih akan terus melemah sepanjang hari ini.

Analis NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan derasnya sentimen devaluasi Yuan hingga 2 hari berturut-turut akan membuat pelaku pasar lebih memperhatikan sentiment tersebut. Dia mengakui, pelaku pasar pun kembali was-was dengan pelemahan nilai tukar Rupiah yang berpotensi dapat mengganggu kinerja dari para emiten sekalipun para emiten tersebut telah melakukan hedging.

''Tampaknya awan gelap masih menyelimuti pergerakan dari Rupiah hari ini. Diharapkan terbatasnya pelemahan Rupiah tidak terjadi. Rupiah terlibas dengan kembali menguatnya laju USD. Diharapkan juga mata uang Rupiah saat ini dapat melawan dominasi USD. Namun pergerakan Yuan saat ini cenderung melemah seiring dengan langkah PBoC mendevaluasi Yuan atau dengan kata lain laju Yuan sengaja dilemahkan,'' ucap Reza kepada merdeka.com, Jakarta, Kamis (13/8).

Reza mengatakan, kebijakan China yang sengaja melemahkan nilai tukarnya dilakukan demi kegiatan ekspor mereka. China menginginkan barang ekspornya lebih kompetitif nilainya. Dengan melemahnya laju Yuan maka mata uang tandingan USD menjadi tidak ada. GBP, Yen, Euro, hingga Rubel tidak mampu sebelumnya melawan USD seiring peliknya masalah internal ekonominya.

''Jadi, melemahnya mata uang satu-satunya tandingan USD tentu berimbas negatif pada pergerakan mata uang emerging market, termasuk Rupiah,'' katanya.

Dengan masih adanya tren pelemahan membuat peluang Rupiah untuk berbalik positif menjadi terhalangi. ''Rupiah pun masih berpotensi mengalami pelemahan lanjutan jika pelaku pasar masih enggan melepas USD di antara Rp 13.765-13.750,'' tutup dia. (dri)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB
X