Misalnya, besaran PPJ Jakarta yang dikenakan terhadap pelanggan PLN sebagai berikut:
Sampai 2.200 VA: 2,4 persen
3.500-5.500 VA: 3 persen
6.600 VA ke atas: 4 persen.
Adapun rumus penghitungan besaran kWh yang diperoleh sebagai berikut:
(Nominal token - PPJ daerah) : tarif dasar listrik = kWh yang didapatkan.
Berikut rincian besaran kWh yang diperoleh jika beli token Rp 50.000 untuk masing-masing golongan pelanggan rumah tangga non-subsidi di Jakarta:
Rumah tangga daya 900 VA
(Rp 50.000 - 2,4 persen) : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan
(Rp 50.000 - Rp 1.200) : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan
Rp 48.800 : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan
Rp 48.800 : Rp 1.352 = 36,09 kWh.
Rumah tangga daya 1.300-2.200 VA
(Rp 50.000 - 2,4 persen) : Rp 1.444,70 = kWh yang didapatkan
(Rp 50.000 - Rp 1.200) : Rp 1.444,70 = kWh yang didapatkan
Rp 48.800 : Rp 1.444,70 = kWh yang didapatkan
Rp 48.800 : Rp 1.444,70 = 33,78 kWh.
Rumah tangga daya 3.500-5.500 VA
(Rp 50.000 - 3 persen) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
(Rp 50.000 - Rp 1.500) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
Rp 48.500 : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
Rp 48.500 : Rp 1.699,53 = 28,54 kWh.
Rumah tangga daya 6.600 VA lebih
(Rp 50.000 - 4 persen) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
(Rp 50.000 - Rp 2.000) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
Rp 48.000 : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
Rp 48.000 : Rp 1.699,53 = 28,24 kWh.***