“Dengan pengalaman intelijen dan korporasi yang dimilikinya, Maroef diyakini mampu membaca struktur warisan lama dan melakukan langkah pembenahan,” ujar Sri.
Ia menyarankan agar Mind ID melakukan perombakan manajemen secara menyeluruh (overhaul) dan memperkuat sistem pengawasan internal.
Langkah ini penting untuk mencegah terulangnya kerugian negara dalam jumlah besar akibat lemahnya tata kelola.
BPK belum merinci secara publik detail temuan terkait kerugian dan potensi kerugian yang dimaksud, namun beberapa waktu terakhir, sektor pertambangan memang menjadi sorotan, khususnya menyangkut tata niaga dan pengelolaan komoditas timah.
Kementerian BUMN hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan tersebut. ***