Sebaliknya, Bahlil menyampaikan bahwa data lapangan menunjukkan peningkatan produksi gas nasional. Ia merujuk kunjungannya ke Kalimantan Timur, Rabu (30/4/2025), yang mencatat adanya peningkatan lifting gas dari beberapa proyek baru.
"Penambahannya datang dari ENI, Mubadala, dan beberapa sumur lainnya," ujarnya.
Perusahaan migas asal Italia, ENI, disebut akan mulai berproduksi pada 2028 dengan estimasi output sebesar 1.500 MMscfd dan 90 ribu barel kondensat per hari.
Proyek ini berperan penting dalam mengalirkan gas dari FPU Jangkrik ke fasilitas pengolahan di Senipah dan kilang LNG Bontang.
Sebelumnya, Direktur Utama PGN, Arief Setiawan Handoko, memaparkan bahwa proyeksi neraca gas nasional menunjukkan tren penurunan pasokan yang mengkhawatirkan.
Selain di Sumatera bagian selatan dan Jawa Barat, defisit juga diperkirakan akan terjadi di Sumatera bagian utara mulai 2028, dengan kekurangan mencapai 96 MMscfd hingga 2035. ***