JAKARTA, RIAUSATU.COM — Ledakan pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, berdampak langsung pada keberlanjutan produksi minyak di Wilayah Kerja (WK) Migas Blok Rokan.
Gangguan pasokan gas akibat insiden tersebut berpotensi menekan capaian lifting minyak nasional.
Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mengatakan, terhentinya suplai gas dari Jambi Merang telah memengaruhi operasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) MCTN yang menopang kebutuhan listrik dan uap untuk produksi minyak di Blok Rokan.
“Blok Rokan sangat bergantung pada pasokan listrik dan uap dari PLTGU. Setelah ledakan pipa gas, fasilitas tersebut mengalami gangguan serius sehingga produksi minyak ikut terdampak,” ujar Yusri di Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.
Menurut Yusri, produksi minyak Blok Rokan yang sebelumnya berada di kisaran 165.000 barel perhari dilaporkan turun menjadi sekitar 30.000 barel per hari.
Penurunannya sangat drastis sekitar 120.000 barel per hari.
Ia menambahkan, PLTGU North Duri yang dioperasikan anak usaha PT PLN menyuplai sekitar 70 persen kebutuhan listrik Blok Rokan serta uap untuk menunjang proses produksi.
Namun, pasca-ledakan pipa gas, pembangkit tersebut dilaporkan mengalami pemadaman (blackout).
“Jika gangguan ini berlangsung lama, ada risiko teknis lanjutan, seperti pembekuan (congeal) pada minyak berat. Dampaknya bukan hanya pada produksi harian, tetapi juga pada proses pemulihan dan biaya operasional,” kata Yusri.
Insiden ledakan pipa gas PT TGI terjadi pada Jumat, 2 Januari 2026, sekitar pukul 16.00 WIB.
Selain berdampak pada sektor energi, peristiwa ini juga memengaruhi aktivitas masyarakat dan lalu lintas antarprovinsi.
Akses jalan lintas yang menghubungkan Riau dan Jambi sempat ditutup total demi keselamatan.
Kepolisian mencatat sedikitnya 10 warga mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.
Enam orang di antaranya menderita luka bakar, sementara empat lainnya mengalami luka ringan saat berusaha menyelamatkan diri.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab ledakan pipa gas tersebut.