BENGKALIS, RIAUSATU.COM — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bengkalis menyatakan dukungan terhadap riset Telkom University Bandung yang tengah menelaah model digitalisasi sistem keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah tersebut.
Riset ini dinilai penting untuk menjawab kebutuhan UMKM akan pencatatan keuangan yang lebih rapi, sederhana, dan mudah diadaptasi.
Penelitian berlangsung selama satu tahun dan telah dimulai sejak Juli 2025.
Saat ini, tim peneliti fokus pada pengumpulan data serta penyusunan rancangan arsitektur enterprise dengan menggunakan kerangka kerja TOGAF.
Model yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi pedoman bagi pelaku UMKM dalam mengelola pembukuan dan arus kas secara lebih modern.
Alit, dosen sekaligus peneliti Telkom University, menyampaikan bahwa riset tersebut diarahkan untuk melahirkan model sistem keuangan yang dapat diterapkan langsung di tingkat usaha mikro dan kecil.
“Kami ingin solusi yang relevan dan praktis, yang benar-benar membantu UMKM dalam pembukuan, arus kas, dan pelaporan keuangan,” ujarnya dalam pertemuan dengan Komite Tetap dan pengurus Kadin Bengkalis, Senin, 24 November 2025, di Aula Kantor Kadin Bengkalis.
Menurut Alit, TOGAF dipilih karena fleksibel dan terstruktur, sehingga memudahkan proses desain sistem keuangan yang dapat beradaptasi dengan berbagai karakteristik usaha.
Ia berharap hasil riset ini tidak hanya berguna bagi pemerintah daerah, tetapi juga lembaga pendamping UMKM yang membutuhkan acuan untuk meningkatkan literasi dan tata kelola keuangan.
Ketua Kadin Bengkalis, Muhammad Ridho Nosa, mengapresiasi langkah Telkom University yang memilih Bengkalis sebagai lokasi penelitian.
Menurut dia, UMKM membutuhkan sistem pencatatan yang mudah digunakan agar bisa naik kelas dan memiliki kelayakan usaha yang lebih baik di mata lembaga pembiayaan.
“Kehadiran penelitian ini menunjukkan kepedulian dunia kampus terhadap kebutuhan nyata pelaku usaha di daerah. Kami siap bersinergi, mulai dari uji coba, pendampingan, hingga sosialisasi kepada UMKM binaan,” kata Ridho.
Ia berharap kolaborasi tersebut menghasilkan platform akuntansi sederhana yang tidak hanya mencatat transaksi, tetapi juga menyajikan gambaran umum mengenai laba rugi, arus kas, dan kesehatan usaha.
Dengan demikian, riset ini diharapkan tidak sekadar menjadi laporan akademik, tetapi memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi daerah dan pertumbuhan wirausaha di Kabupaten Bengkalis. ***