Dia menduga, investor bakal urung berinvestasi di seluruh lini bisnis Indonesia.
Fahmy berkata, para investor umumnya akan menilai dinamika pasar yang terjadi di negara yang menjadi tujuan investasinya.
Jika ada perubahan konsumen di Indonesia, dengan sangat mudah investor akan mengurungkan investasinya. "Maka tidak ada lagi investor yang masuk, tidak hanya di migas tapi juga di lini bisnis lainnya," ucap Fahmy.
Dikhawatirkan, kondisi ini bisa membuat pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak bakal mencapai target yang ditentukan oleh Presiden Prabowo Subianto, yakni 5,3 persen.
Apabila SPBU swasta memilih hengkang dari Indonesia, maka masyarakat di Indonesia hanya bisa membeli BBM di Pertamina. Hal tersebut memicu terjadinya praktik monopoli.
"Monopoli itu merugikan bagi konsumen. Kenapa konsumen dirugikan? Karena konsumen tidak punya pilihan. Konsumen tidak punya pilihan, dia harus beli dari situ," jelasnya.
Kondisi monopoli juga umumnya membuat perusahaan yang menguasainya bakal melakukan tindakan seenaknya yang menguntungkan perusahaan itu sendiri.
aca berita tanpa iklan. Gabung
Fahmy menyebut, tindakan merugikan itu bisa berupa harga BBM menjadi lebih mahal dan pelayanan yang buruk.
Senada dengan Fahmy, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda juga menyayangkan keputusan impor BBM satu pintu yang dilakukan Kementerian ESDM.
Dia menilai, PT Pertamina (persero) telah melakukan kesalahan dalam tata Kelola distribusi BBM sehingga terjadi kekosongan BBM di SPBU swasta.
"Pihak swasta dipaksa untuk membeli minyak dari Pertamina yang notabene adalah pesaing mereka. Jelas ini ada tumpang tindih antara regulator dengan operator," kata dia, saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis.
Kebijakan ini membuat pemerintah sebagai regulator dapat mengatur kewenangan BUMN Pertamina (bagian dari pemerintah juga) untuk menjadi importir tunggal.
Kondisi tersebut menimbulkan opini dan dugaan persaingan usaha yang tidak sehat oleh Pertamina, seperti berikut: Ada integrasi vertikal antara usaha Pertamina untuk menjual ke masyarakat dan juga aktivitas Pertamina sebagai pemasok bahan baku minyak yang juga dibutuhkan oleh penjual bbm swasta. Ada dominasi yang berujung pada tindakan melawan persaingan usaha yang sehat ketika jadi importir tunggal.
Ketika SPBU swasta membeli minyak dari Pertamina, Pertamina sangat bisa untuk mengatur kuota masing-masing SPBU.