Tidak Bisa Lagi Mengandalkan Dana Transfer, Bupati Siak Afni Z Ingin Dekranasda Mewadahi UMKM

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Rabu, 10 September 2025 | 09:06 WIB
Bupati Siak Afni Z dalam kegiatan Dekranasda Siak. (f:  ist)
Bupati Siak Afni Z dalam kegiatan Dekranasda Siak. (f: ist)

SIAK SRI INDRAPURA, RIAUSATU.COM - Ada yang berbeda dalam susunan kepengurusan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Siak tahun ini. Jika biasanya jabatan pengurus diisi oleh istri pejabat, Bupati Siak Afni Zulkifli justru mengambil langkah baru dengan menunjuk pelaku usaha lokal untuk duduk di posisi penting.

Pemilik toko oleh-oleh khas Siak “Mama Nizam”, Kemala Syarifah, dipercaya sebagai Ketua Harian Dekranasda. Penunjukan ini menjadi sorotan karena memberi ruang bagi pelaku UMKM yang sudah berpengalaman langsung dalam menghadapi pasar dan dunia usaha.

Afni menilai, orang yang berkecimpung langsung dalam dunia wirausaha lebih memahami seluk-beluk bisnis. Dengan begitu, keberadaan Dekranasda dapat lebih tepat sasaran, bukan hanya sebatas wadah formalitas.

“Ini pertama kalinya Ketua Harian Dekranasda dipimpin langsung oleh pelaku UMKM,” katanya di Balairung Datuk Empat Suku. Selasa, (9/9/2025). 

Selama ini, ia melihat fenomena harga produk Dekranasda yang terbilang tinggi sehingga membuat masyarakat enggan membeli. Kondisi itu dinilai perlu dibenahi agar produk kerajinan Siak bisa lebih terjangkau dan diminati pasar. 

“Tolong jangan sampai merugikan UMKM. Karena Dekranasda selama ini identik dengan menjual barang mahal. Jadi jangan barang itu hanya diambil dari UMKM, dilabeli Dekranasda Siak dan dijual mahal. Orang jadi nggak mau singgah ke Dekranasda,” terangnya. 

Ia juga menekankan pentingnya perubahan cara pandang terhadap Dekranasda. Ia tidak ingin organisasi ini hanya dianggap sekadar tempat kumpul istri pejabat, melainkan harus menjadi wadah yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Saya mau ini berubah. Saya tidak mau organisasi perempuan ini hanya dianggap organisasi ecek-ecek tempat kumpulnya emak-emak pejabat,” tegas Bupati Siak,  dilansir riau.go.id.

Apalagi, di tengah keterbatasan anggaran dan upaya efisiensi, pemerintah daerah dituntut tidak bergantung penuh pada dana transfer pusat. Salah satu peluang yang bisa digarap adalah melalui pengembangan UMKM yang memiliki potensi besar mendorong kemandirian daerah.

“Pergerakan ekonomi Kabupaten Siak hari ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan dana transfer. Saya ingin Dekranasda mewadahi UMKM ini,” ujar Afni. 

Dalam kesempatan itu, Afni turut berbagi pengalaman pribadi. Ia bercerita bagaimana orang tuanya mampu menghidupi keluarga dari hasil berdagang. Dari kisah itu, ia semakin yakin bahwa UMKM memiliki peran penting dalam menjaga denyut ekonomi.

Karena itu, ia meminta agar Dekranasda benar-benar dapat menjadi penggerak UMKM lokal. Harapannya, produk-produk kerajinan Siak tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga berkontribusi nyata pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Saya bersama para Kepala Dinas memikirkan bagaimana caranya agar bisa mendapatkan PAD ini, dan kami minta Dekranasda, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, serta aposyandu untuk mengawalnya,” tutup Bupati Siak.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB
X