JAKARTA, RIAUSATU.COM - Presiden Prabowo Subianto berencana melakukan pemutihan utang petani dan nelayan ke perbankan mulai pekan depan.
Hal itu diungkap oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo. "Ini mungkin minggu depan Pak Prabowo akan teken suatu Perpres (Peraturan Presiden) pemutihan," kata Hashim saat menghadiri Dialog di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Rabu lalu, dilansir Pikiran-Rakyat.com.
Saat ini, draft peraturan tersebut tengah disiapkan oleh Menteri Hukum Supratman Andi Atgas. "Sedang disiapkan Pak Supratman, Menteri Hukum. Semua sesuai undang-undang," ujarnya.
Hashim menyebut Prabowo khawatir utang-utang itu membuat para petani dan nelayan tidak bisa mendapatkan kredit dari bank, yang ujungnya malah menghambat keberlangsungan hidup mereka.
"5-6 juta manusia dengan keluarganya akan dapat hidup baru, dan mereka dapat hak untuk pinjam lagi ke perbankan. Tidak akan ditutup SLIK-nya di OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," katanya.
Berdasarkan data yang diterima Hashim, utang-utang tersebut ada yang berasal dari dampak krisis moneter tahun 1998 silam. "Ada utang 20 tahun lalu, utang dari krismon 199, 2008, dari mana-mana," ujarnya.
Mirisnya, akibat tidak bisa mendapat kredit dari bank, para petani dan nelayan berutang ke rentenir hingga pinjaman online.
"Saya baru tahu pinjol enam bulan lalu. Saya memang konglomerat, gak perlu pinjol. Tapi kita konglomerat yang (punya) hati nurani. Dengar (ini) kaget, saya sampaikan ke Prabowo, ini harus diubah," kata Hashim.***