riau

Bahas Kemiskinan Ekstreme, Pemprov Riau Libatkan Dunia Usaha

Kamis, 20 Oktober 2022 | 18:07 WIB
Rapat Program Percepat Penanganan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) di Riau. (ft: int)

 

 

 

 

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus melakukan Program Percepat Penanganan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Pembahasan penajaman program sebagai tindaklanjut Intruksi Presiden (Inpres) nomor 4 tahun 2022 itu, melibatkan dunia usaha bergerak kehutanan.

Pemprov Riau juga melibatkan sejumlah perusahaan untuk menindaklanjuti Inpres tersebut. Adapun perusahaan yang dilibatkan yaitu, APRIL Group, Sinarmas, Panca Eka dan lainnya.

Di pimpin Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, Setyo Widodo rapat ini mengikut sertakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian dan Pembangunan (Bappedalitbang) Riau yang diwakili Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Heriyanto.

"Pertemuan tersebut bentuk upaya membangun kolaborasi dan koordinasi melalui lintas sektoral. Diharapkan, dari pertemuan itu, akan merumuskan satu tujuan, bagaimana penurunan kemiskinan ekstrem bisa terwujud," kata Setyo, Kamis (20/10/22).

Dipaparkannya, tujuan dari rapat adalah mengajak para pihak untuk bersama-sama dalam program pemberdayaan masyarakat untuk menyasar kepada masyarakat yang katagori miskin ekstrem. Yaitu dengan merujuk data masyarakat katagori miskin ekstrem yang dikeluarkan oleh bappeda, baik bappeda provinsi maupun kabupaten/kota.

"Rapat dilaksanakan dengan didahului memberikan pemahaman tentang strategi dan program penghapusan kemiskinan," ujar Setyo.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Heriyanto memaparkan tindaklanjut rapat arahan Presiden Joko Widodo, sesuai arahan Inpres nomor 4 tahun 2022. Ditargetkan, masyarakat di Riau tergolong kemiskinan ekstreme bisa diturunkan hingga 0 persen pada 2024 nanti.

"Inti pertemuan, untuk melakukan interventis menekan angka kemiskinan ekstrem ini harus bersama-sama," ungkap Heriyanto.

Jumlah masyarakat miskin tergolong ekstreme di Riau berjumlah 100,33 ribu jiwa. Masyarakat yang tergolong dalam kategori miskin ekstreme itu yang penghasilan rata-rata 10 ribu rupiah perharinya. Di antaranya ada di Kampar, Rokan Hulu, Kepulauan Menanti, Pelalawan.

Halaman:

Tags

Terkini