riau

Mengenal Lebih Jauh 5 Destinasi Wisata Religi di Riau, Tersebar di 5 Kabupaten/Kota

Minggu, 23 April 2023 | 13:36 WIB
Salah satu destinasi wisata religi di Riau. (f: ist)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Riau merupakan provinsi dengan mayoritas umat muslim, berbudaya melayu identik dengan Islam. Di daerah yang dijuluki "Bumi Lancang Kuning" itu, keberadaan masjid tua, sebagian masih kokoh terpelihara. Bahkan, ada yang berusia ratusan tahun dan menjadi destinasi wisata religi wisatawan mancanegara.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau, Roni Rakhmat mengakui, Riau cukup banyak memiliki lokawisata religi berupa tempat ibadah dan makam. Pada momen-momen tertentu, keberadaan destinasi tersebut ramai dikunjungi oleh pelancong.

"Riau identik dengan islam.
Banyak wisata religi yang mengisahkan bukti sejarah islam di masa lampau yang bisa dikunjungi wisatawan jika datang ke Riau. Ada Masjid Syahabudin di Siak, Masjid Jami Air Tiris, Makam Tuan Guru Sapat di Inhil, Masjid Raya Pekanbaru. Lalu, yang terbaru adalah Masjid Agung Madani Islamic Centre di Rohul," kata Roni, dilansir website resmi Pemprov Riau.

Adapun lima destinasi wisata religi di Provinsi Riau yang direkomendasikan Dinas Pariwisata Provinsi Riau adalah, Masjid Syahabudin Siak.

Masjid ini berdiri kokoh sejak tahun 1926 Masehi, pada masa kepemimpinan Sultan Al Said Al Kasyim Abdul Jalil Saifuddin. Keberadaannya saat ini dikenal oleh wisatawan mancanegara (wisman) khususnya dari negeri jiran Singapura dan Malaysia.

Tersiar kabar mengatakan, bahwa nama Masjid Syahabuddin melambangkan Sultan sebagai Pemimpin Kerajaan dan Agama. Bukti sejarah masa lampau Kerajaan Siak sangat terasa di masjid ini.

Warisan peninggalan Sultan Siak itu, berada di Jalan Sultan Ismail, Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, tepatnya di tepian sungai Siak. Jarak tempuh dari Kota Pekanbaru yakni 108 Kilometer atau sekitar 2 jam lebih dengan berkendara roda empat.

Bangunan masjid ini dimiliki Pemerintah Kabupaten Siak. Dikelola bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatra Barat. Lokasi bangunan masjid ini strategis. Dekat dengan Istana Siak Sri Indrapura. Bersebelahan dengan makam Sultan Siak dan Balai Kerapatan Adat Siak.

Masjid Syahabuddin termasuk warisan budaya. Arsitekturnya perpaduan antara Melayu dan Timur Tengah (Turki). Menurut riwayatnya, masjid ini berusia lebih dari setengah abad.

Selain itu, di Riau juga ada masjid tua lainnya, yakni Masjid Jami Air Tiris. Lokasinya berada di Jalan Pasar Usang, Desa Tanjung Barulak, Kelurahan Air Tiris, Kabupaten Kampar.

BPCB Sumatera Barat (Sumbar) menyebut masjid ini didirikan atas prakarsa Engku Mudo Sangkal pada tahun 1901. Proses pengerjaannya selesai pada tahun 1904 atau tahun 1322 H.

Konon masjid ini menjadi basis pertahanan pejuang, sehingga masjid ini pernah dibakar oleh tentara Jepang, tapi berkat izin Allah secara keseluruhan bangunannya masih tetap utuh.

Masjid Jami Air Tiris berbentuk segi lima atau limas, dinding berukir, atap seng bersusun tiga meruncing ke atas. Pada masa pembangunan masjid, jenis kayu yang digunakan adalah kayu tentangu.

Jenis kayu ini tahan panas dan tahan hujan. Secara keseluruhan pemasangan atap, dinding pada bangunan masjid tidak menggunakan paku besi, melainkan terbuat dari paku kayu.

Jarak tempuh menuju Masjid Jami Air Tiris dari Kota Pekanbaru, yakni 56 Kilometer atau sekitar 1 jam lebih dengan berkendaraan bermotor.

Halaman:

Tags

Terkini