"Jelang pilkada kita harus perkuat persatuan, perkuat sinergitas, dan hindari perpecahan. Berita hoaks yang tersebar dapat menjadi ancaman persaudaran maka dari itu, kegiatna literasi ini menjadi penting," ujar Dr Hardi.
Untuk diketahui, sepanjang periode 17 Juli 2023-6 Januari 2024, terhitung Kementerian Kominfo telah menemukan 160 isu hoaks tentang Pemilu 2024 yang tersebar di dalam 2.623 konten. Temuan tersebut memang lebih sedikit dibandingkan dengan hoaks yang beredar di Pemilu 2019.
Jumlah tersebut mungkin dikarenakan masyarakat saat ini sudah lebih bijak dan pintar saat menemukan informasi di media sosial. Akan tetapi sebagai langkah tegas, Kementerian Kominfo tetap melakukan pemutusan akses terhadap konten-konten hoaks agar nantinya tidak lagi membuat kegaduhan di tengah masyarakat.***