Tokoh Masyarakat Ini Berharap Pemilu 2024 Lahirkan Pemimpin Terbaik yang Bertanggung Jawab kepada Masyarakat

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Jumat, 19 Januari 2024 | 17:53 WIB
H. Muhammad Iqbal (pakai peci haji) bersama Buya Ristawardi.
H. Muhammad Iqbal (pakai peci haji) bersama Buya Ristawardi.

LIMAPULUH KOTA, RIAUSATU.COM - Tokoh masyarakat Haji Muhammad Iqbal, 47, berharap ajang pemilihan umum (Pemilu) 2024 di Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), mampu melahirkan pemimpin terbaik yang bertanggung jawab kepada masyarakat.

"(Pemilu 2024) ini momen penting dan sangat berharga," kata tokoh masyarakat Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, ini melalui aplikasi WhatsApp kepada riausatu.com, Jumat (19/1/2024).

Dikatakan momen penting dan sangat berharga, menurut Iqbal, karena pada saat itu masyarakat yang telah memiliki hak pilih diberi kesempatan untuk memilih secara langsung para pemimpin, baik yang akan duduk di lembaga eksekutif maupun legislatif.

Teramat sayang, menurut Iqbal, kalau momen penting dan berharga itu tidak dimanfaatkan dengan baik, antara lain hanya karena pertimbangan berperspektif dangkal dan sempit seperti godaan politik uang (money politics).

"Ingat, yang dipertaruhkan tidak main-main, yaitu nasib suatu daerah berikut seluruh anggota masyarakat yang bermukim di dalamnya dalam rentang waktu lima tahun ke depan," beber Iqbal, yang pernah jadi pengurus di jajaran DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Limapuluh Kota itu.

Menurut Iqbal, pemimpin terbaik yang ia maksudkan adalah sosok yang dinilai memiliki kapasitas dan kapabilitas yang cukup, yang didukung oleh kompetensi yang tinggi, ditopang moralitas terpuji dan pemahaman beragama yang kuat.

Perlunya kompetensi yang tinggi, menurut Iqbal, DPRD sebagai lembaga legislatif merupakan "medan perang" yang tidak mungkin dihadapi dengan kemampuan yang terbatas atau malah kurang sama sekali.

Di DPRD, menurut Iqbal, para legislator akan berhadapan dengan mitranya dari jajaran eksekutif. Selain memiliki bekal akademis yang cukup, menurut Iqbal, kemampuan mereka juga ditambah dengan aneka pelatihan, bimbingan teknis (bimtek) seminar dan lainnya.

"Sebagian besar yang dari eksekutif bukanlah yang kaleng-kaleng," imbuhnya mengistilahkan. Tidak jarang, menurut Iqbal, kemampuan dan pengetahuan mereka terhadap bidang-bidang tertentu melebihi dari yang dibutuhkan.

Makanya, menurut Iqbal, naif kalau kemudian dipilih sosok yang memiliki kemampuan terbatas untuk duduk mewakili rakyat di DPRD, yang hari-harinya akan berhadapan dengan mitranya dari jajaran eksekutif.

"Jangan-jangan, belum lagi sempat mengemukakan pendapat tertentu, argumennya keburu dipatahkan oleh mitranya," ujar tokoh yang pernah maju menjadi caleg dari PAN ini.

Kalau sudah demikian, menurut Iqbal, bagaimana mungkin legislator seperti itu bisa maksimal memperjuangkan kepentingan daerah dan masyarakat yang diwakilinya.

Iqbal juga menyorot perlunya mendukung tokoh yang punya rasa tanggung jawab moral yang tinggi terhadap masyarakat. "Konteks persoalan seperti ini erat kaitannya dengan rekam jejak (track record)," ungkapnya.

Dijelaskan Iqbal, dari rejam jejak akan terbaca kiprah seseorang, apakah memiliki kepedulian atau tidak terhadap kepentingan publik," tandasnya. "Itu hampir tidak bisa dibohongi," sambung Iqbal.

Sebab, ungkap Iqbal, sosok yang memiliki empati yang tinggi terhadap persoalan orang banyak, akan tergambar dari kiprah atau sepak terjang yang pernah ia lakukan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X