Tokoh Muda Ambil Bagian dalam Pileg 2024, Anto Cemara: Saya Bertekad Ingin Memberi Arti

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Rabu, 4 Oktober 2023 | 09:26 WIB
Baliho bacaleg Alfianto. (f: ist)
Baliho bacaleg Alfianto. (f: ist)

LIMAPULUH KOTA, RIAUSATU.COM -Khazanah politik lokal di Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), menghadapi Pemilu 2024 ditandai dengan tampilnya sejumlah tokoh muda di daftar bakal calon anggota legislatif (bacaleg).

Salah seorang di antaranya adalah Alfianto SH, bacaleg dari Partai Golongan Karya (Golkar) untuk DPRD Kabupaten Limapuluh Kota. Tokoh yang akrab dengan panggilan Anto Cemara ini maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) Limapuluh Kota II, yang kawasannya meliputi Kecamatan Pangkalan Koto Baru dan Kapur IX.

"Saya bertekad ingin memberi arti," ujar Anto Cemara, menyoal pencalegannya. "Perjalanan hidup umat manusia di muka bumi yang singkat ini seyogianya mampu memberi kemaslahatan untuk kepentingan orang banyak."

Anto Cemara mengaku sering melihat dan menjadi saksi bahwa dalam beberapa --bahkan mungkin tergolong banyak-- kasus hidup menjadi sesuatu yang tidak adil. "Sebagai manusia, batin saya menjerit melihat realitas yang ada," katanya.

Dikatakan, betapa banyak orang-orang yang belum mampu mencapai taraf hidup yang layak. Jangankan berpikir untuk merenda masa depan yang lebih baik, ujar Anto Cemara, orang-orang seperti itu hanya asyik berkutat dengan upaya pemenuhan kebutuhan kekinian.

"Itu pun sering tidak cukup," sambungnya. Di tengah tekanan yang berat secara ekonomi, ulas Anto Cemara, orang-orang seperti itu tidak jarang menanggung beban psikis karena sering jadi objek tekanan dari kalangan berada.

Anto Cemara melihat, salah satu penyebab masih tingginya ketimpangan sosial di tengah masyarakat karena policy yang tidak memihak. "Artinya, harus ada intervensi sebagai upaya untuk mengangkut derajat ekonomi masyarakat tidak mampu," bebernya.

Anto Cemara setuju dengan sejumlah stimulus yang diberikan pemerintah seperti BLT, PKH dan lainnya. "Tapi upaya semacam itu tidak menyelesaikan persoalan sampai ke akarnya. Mengibaratkan dengan obat, itu hanya jadi penawar," ujarnya.

"DPRD sebagai institusi pengambil kebijakan bersama mitranya dari jajaran eksekutif memiliki kompetensi untuk menelurkan kebijakan sekaligus mengesahkan anggaran untuk membantu anggota masyarakat seperti itu."

Apa wujud kongkret kebijakannya? "Itu yang harus dipikirkan dan dirumuskan," tandasnya. Sebagai orang-orang pilihan yang terpilih melalui proses politik, Anto Cemara meyakini para legislator memiliki kemampuan yang lebih dari cukup untuk itu.

Dari Keluarga Sederhana

Terlahir di tengah keluarga sederhana, dari ayah yang tukang bangunan dan ibu penjual gorengan, Anto Cemara tahu persis betapa tidak nyamannya berada di tengah kondisi keterbatasan finansial.

Selain susah secara fisik, karena hari-hari tenaga diforsir terkadang hanya untuk sekadar mencukupi kebutuhan dasar; deraan yang tidak kalah berat adalah di segi psikis. "Sering makan hati," kata Anto Cemara mengistilahkan.

Anto Cemara kemudian menerjunkan diri ke dunia usaha. Cukup lama mengalami masa pasang-surut, tapi pada akhirnya nasib baik memihak ke Anto Cemara, karena ia lumayan sukses untuk bidang yang satu ini.

Kalau kemudian Anto Cemara melirik dunia politik, ia mengaku bukan dalam kerangka "mencari nafkah." Menurut Anto Cemara, hasil kerja kerasnya di dunia usaha selama ini setidaknya sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar keluarganya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X