Data WHO sebelum pandemi menunjukkan bahwa vaksinasi campak berhasil menurunkan angka kematian sampai 73% selama tahun 2000-2018. Selama kurun waktu itu, ada sekitar 23,2 juta kematian yang bisa dicegah karena anak-anak sudah mendapatkan vaksinasi.
Pada tahun 2018, sebanyak 86% anak di seluruh dunia mendapatkan dosis pertamanya pada saat usia 1 tahun melalui layanan kesehatan rutin. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun 2000 yang cakupan vaksinasinya mencapai 72%.
"Mengembalikan program imunisasi ke jalurnya adalah sangat penting. Di balik setiap laporan statistik, ada anak yang berisiko terhadap penyakit yang sebenarnya bisa dicegah," tutur Tedros.***