Covid-19 Mengganas di China, Lebih Setengah Penduduk Sinchuan Terinfeksi

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Senin, 26 Desember 2022 | 15:23 WIB
 Ilustrasi ahli kesehatan peneliti Covid-19 di China. (f: REUTERS/Thomas Peter/Pikiran.Rakyat.com)
Ilustrasi ahli kesehatan peneliti Covid-19 di China. (f: REUTERS/Thomas Peter/Pikiran.Rakyat.com)

BEIJING, RIAUSATU.COM - Di saat para pemangku kepentingan di Indonesia sibuk dengan rencana penghentian PPKM menyusul melandainya kasus Covid-19, hal sebaliknya justru terjadi di China, negeri asal viris itu.

Saking mengganasnya virus itu di China, sebagai contoh kasus, menurut perkiraan, lebih dari setengah penduduk provinsi Sichuan, di barat daya China, dan ibu kota Beijing telah terinfeksi.

Akan tetapi, bagaimana regulator kesehatan China membuat perkiraannya tidak jelas, karena negara itu menutup jaringan bilik pengujian PCR, yang dulu ada di mana-mana, pada awal bulan ini.

Tingkat infeksi yang tepat sulit ditetapkan di negara lain selama pandemi, karena tes laboratorium yang sulit didapat digantikan oleh pengujian di rumah dengan hasil yang tidak dikumpulkan secara terpusat.

Pada bagian lain, hampir 37 juta orang di China kemungkinan telah terinfeksi Covid-19 pada satu hari selama minggu ini.

Menurut perkiraan dari otoritas kesehatan utama pemerintah, angka tersebut menjadikan wabah negara China sejauh ini menjadi yang terbesar di dunia.

Berdasarkan laporan Bloomberg, sebanyak 248 juta orang, atau hampir 18 persen dari populasi, kemungkinan tertular virus dalam 20 hari pertama bulan Desember 2022.

Hal itu menurut risalah dari pertemuan internal Komisi Kesehatan Nasional China yang diadakan pada hari Rabu, 21 Desember 2022 lalu.

Jika akurat, tingkat infeksi akan mengerdilkan rekor harian sebelumnya sekitar 4 juta, yang ditetapkan pada Januari 2022.

Penghentian pembatasan Zero Covid-19 oleh Beijing telah menyebabkan penyebaran varian omicron yang sangat menular tanpa batas dalam populasi dengan tingkat kekebalan alami yang rendah.

Wabah Covid-19 Terbesar di Dunia

Orang-orang di China sekarang menggunakan tes antigen cepat untuk mendeteksi infeksi, dan mereka tidak diwajibkan untuk melaporkan hasil positif.

Sementara itu, pemerintah telah berhenti mempublikasikan jumlah kasus tanpa gejala harian.

Akhir dari Covid Zero Risks Membuat China Kewalahan Dengan Infeksi.

Chen Qin, kepala ekonom di konsultan data MetroDataTech, memperkirakan gelombang China saat ini akan memuncak antara pertengahan Desember 2022 dan akhir Januari 2023 di sebagian besar kota.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB
X