'Pak Wali Bantulah, Sudah Lama Rumah Kami Retak Akibat Proyek IPAL', Ini Jawaban Kepala BPPW Riau

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Senin, 26 Desember 2022 | 14:43 WIB
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Riau, Abdul Halil Kastella. (f: internet)
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Riau, Abdul Halil Kastella. (f: internet)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Sudah dua bulan berlalu, rumah Ade Ismail (27 tahun), warga Jalan Dr. Leimena/Karet Nomor 120 Kota Pekanbaru, belum juga kunjung diperbaiki oleh PT Adhi Karya-PT Jaya Konstruksi (KSO).

"Pak Wali Kota bantulah, sudah lama rumah kami retak-retak akibat proyek IPAL. Dua bulan lalu mereka janji akan memperbaiki. Tapi sampai sekarang, jangan kan memperbaiki, mendata kerusakannya pun tak ada," sebut Ade Ismail, ketika dihubungi riausatu.com, barusan.

Ade Ismail pantas kesal dan marah, sudah berbilang tahun rumahnya retak-retak akibat pemancangan pekerjaan open trench (galian terbuka) proyek IPAL (Instalasi Pembuangan Air Limbah) Paket SC3/NC (North Catchment) yang dilakukan PT Adhi Karya-PT Jaya Konstruksi (KSO).

Berita Terkait:
https://www.riausatu.com/peristiwa/pr-4295276310/rumahnya-retak-akibat-proyek-ipal-sc3nc-pt-adhi-karya-ade-apa-nunggu-rumah-saya-rubuh-baru-diperbaiki

Dan, Ade Ismail pun pantas meminta tolong kepada Penjabat Wali Kota Pekanbaru, Muflihun, agar kerusakan rumahnya segera diperbaiki. Lantaran yang menyetujui proyek IPAL di Kota Bertuah sebagai salah satu daerah percontohan di Indonesia adalah Wali Kota Pekanbaru, saat itu dijabat Firdaus.

Dikonfirmasi riausatu.com, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Riau, Abdul Halil Kastella ST MT mengatakan, dampak dari kegiatan MSMIP (Metropolitan Sanitation Management Project ) lagi dikoordinasikan dengan ADB (Asian Development Bank).

"Akibat dampak kegiatan MSMIP lagi dikoordinasikan dengan ADB karena mengingat dalam kontrak untuk permasalahan tidak ada, terutama anggarannya," ujarnya, saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Senin (26/12/2022) siang.

Menurutnya, di beberapa ruas jalan di Jalan Leimena Kota Pekanbaru masih ada pekerjaan IPAL Paket SC3/NC. "Kita rubah metodenya, yang tadinya open trend (saluran terbuka) menjadi metode jacking dengan RCP diameter 800," sebutnya.

Pertimbangannya adalah utilitas yang di bawah tanah seperti pipa PDAM, gas, dan di atasnya seperti kabel listrik yang bertegangan tinggi dan properti warga samping kiri dan kanan akan berdampak apabila kita memakai metode opent trend, terangnya.

"Dan ini juga sudah kami sampaikan kepada bapak Gubernur Riau saat kunjungan bersama bu Dirjen Cipta Karya di lokasi MSMIP terutama Jalan Leimena,   salah satunya adalah dampak pekerjaan ini terhadap properti warga," demikian Abdul Halil Kastella. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

Pasbar di Sumbar Diguncang Gempa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:40 WIB

Masih Dibuka, Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sebagian Besar Riau

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:23 WIB

BMKG: Cuaca Riau Hari Ini Relatif Kondusif

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:00 WIB
X