PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Aida Jimmi Farma, personil Polsek Senapelan yang kesehariannya bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, ternyata sudah memiliki ratusan lebih santri Al Qur'an.
Ini sangat mengejutkan dan pantas diapresiasi setinggi-tingginya untuk dijadikan contoh teladan kepada polisi lainya bahwasanya inilah salah satu contoh tugas polisi yang mengayomi masyarakat.
Disela-sela kesibukannya melaksanakan tugas sebagai seorang Bhabinkamtibmas, dia tak pernah jenuh dan bosan menghimbau serta mengedukasi warganya.
Tidak hanya itu, personil Polri yang telah berdinas selama 24 tahun itu berinisiatif untuk mengajarkan Al Qur'an kepada masyarakat setempat.
Niat baik tersebut ternyata dimudahkan Allah SAW, seperti untuk tempat mengaji ada bantuan dan swadaya dari warga setempat.
"Alhamdulillah, niat baik saya saat itu dipermudah sama Allah, seperti tempat mengaji, Iqra dan Alquran dibantu oleh masyarakat," katanya.
Diceritakan Aipda Jimmi, bahwa 7 tahun telah banyak suka dan duka dijalaninya namun dengan tekad yang kuat untuk menjadikan kota kelahirannya menjadi lebih baik dari sebelumnya
Dengan niat baiknya itu, Aipda Jimmi sempat memperlancar ilmu agamanya selama beberapa tahun, sebelum membuka tempat belajar ngaji di Jalan Kota Baru, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, Riau.
Pria kelahiran Kota Pekanbaru pada 21 Juni 1977 itu, dengan segala upayanya mengajak anak-anak, para remaja, dan bapak-bapak serta bu-ibu untuk mau mengaji bersamanya. Berawal dari 10 orang santri di tahun 2017 hingga mencapai 120 santri pada ditahun 2022 ini.