PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Perayaan ulang tahun pertama Grup WhatsApp (WA) Cakaplah, Selasa (9/8/2016) malam, di DK Jazz Coffee, ternyata masih membekas di relung hati 50-an anggota yang hadir. Selain menambah dekat jalinan silaturahim di antara mereka, ternyata banyak yang suprise menyaksikan penyair dadakan, dan interest menyaksikan penampilan anggota grup yang juga penyair terkenal Riau: Aris Abeba dan Dheni Kurnia.
Memang, agak berbeda dengan perayaan ulang tahun komunitas media sosial lainnya, grup yang didirikan oleh Dr. H. Zulkarnain Kadir pada 9 Agustus 2015 ini, menggelar baca puisi karya masing-masing di DK Jazz Coffee, Jalan Pembangunan Nomor 11 Pekanbaru. Acara dikemas dengan mementaskan baca puisi karya masing-masing, di ruang terbuka dinaungi keindahan langit malam.
Grup WA Cakaplah berisikan 167 orang, terdiri dari berbagai macam profesi. Mulai dari Mendagri, sejumlah anggota DPR RI dan Senator asal Riau, pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Provinsi Riau, mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, mantan Ketua DPRD Riau, pengusaha, pengamat ekonomi, pengacara, dokter, ketua partai, profesional, sejumlah kepala dinas di Pemprov Riau, anggota DPRD Kota/Kabupaten di Riau, sampai para ketua organisasi wartawan dan hampir semua petinggi media cetak, portal berita, TV, dan radio di Provinsi Riau.
-
Penuh Keakraban
Tepat pukul 20.45 WIB, acara HUT ke-1 Grup WA Cakaplah dibuka dengan menampilkan duet gitar akustik dan vokalis yang menyanyikan beberapa lagu karya Iwan Fals yang sudah terkenal. Tak mau ketinggalan, beberapa anggota yang hadir menyumbangkan suara emasnya seperti Hanny Dwijoko, termasuk sang MC malam itu, Satria Utama Batubara.
Seraya acara berjalan, kursi dan meja pada awal acara banyak yang kosong, satu per satu mulai terisi. Tampak hadir malam itu antara lain H Zulkarnain Kadir, H Dheni Kurnia, H Tengku Khalil Jaafar, Indra B Syukur, Aris Abeba, Tun Akhyar, Rudi Fajar, Agung Nugroho, Abdul Khair, Fakhrurrodzi, Yuki Chandra, Hengki Seprihadi, Luzi Diamanda, Anthony Harry, Novrizon Burman, Satria Utama, Chokey Thamrin, Gerry Nasri, Supirman, Zufra Irwan, Syamsul Bahri, Afni Zulkifli, Hanny Dwijoko, Arty Mustafa Noor, Rozita, dan lain-lain.
-
Elu-eluan selamat datang dari tuan rumah, Dheni Kurnia.
Kue tart ulang tahun pertama Grup WA Cakaplah bergambarkan ikon Cakaplah dibawa ke depan pentas, diletakkan di atas meja, dan kemudian hadirin mengelilinginya. Lilin-lilin dinyalakan, lagu ulang tahun dikumandangkan, semua ikut menghembus mematikan lilin, dan kue pun dipotong oleh T Khalil Jaafar dan disuapkan ke Zulkarnain Kadir.
Malam itu, hampir sebagian besar anggota yang hadir menepati janjinya membuat puisi khusus dan sekaligus membacakannya, dengan berbagai gaya bak penyair handal. Sebagian lagi, menyampaikan pesan dan kesan serta curhat bebas tentang Riau; Stand Up Cakaplah. Dan khusus buat tiga anggota grup yang juga bakal calon Walikota Pekanbaru yakni Heri Susanto, Zulfan Hafiz, dan Jufri Zubir, diberi panggung menyampaikan visi misinya secara singkat.
Menjelang satu jam pukul 00.00, penyair terkenal Riau Aris Abeba pun tampil memukau membacakan karya puisi fenomenalnya yang berjudul ''Riau 1 dan Riau 2'', ditulis tahun 1993 dalam buku Antologi Puisi Pengaduan di Kotak Pos 5000. Sebelumnya, penampilan penyair muda Riau, Qori Islami, menghentak hadirin dengan membawakan puisi berjudul, ''Aku Tulis Puisi.''
-
Prosesi pemotongan kue ulang tahun pertama Grup WA Cakaplah.
Acara perayaan HUT Cakaplah dipuncaki oleh penampilan penyair Riau yang sudah berkeliling dunia --bersama Aris Abeba-- untuk baca puisi, Dheni Kurnia. Tuan rumah membawakan puisinya yang berjudul ''Ruh Pekasih'' diiringi bait-bait lagu dari gitar akustik; diambil dari buku Antopologi Olang2, yang baru diluncurkan beberapa waktu lalu.
Grup WA Cakaplah juga sudah beberapa kali mengadakan diskusi langsung di dunia nyata. Pertama, digelar di Kafe Roso Lawas Pekanbaru, Ahad (27/3/2016), tuan rumah Intsiawati Ayus. Terakhir, diskusi ringan digelar di kediaman Afni Zulkifli sambil menikmati jamuan sate dan sop tulang kambing muda, serta kopi dan teh khas a la chef tuan rumah. Dan, Ahad (14/8/2016) siang, diskusi informal tentang Riau ke depan, digelar 'di ladang' Chokey Thamrin, Jalan Garuda Sakti Km7 Pekanbaru.
-
Afni ''Cinta'' Zulkifli membacakan puisi ciptaan Menteri LHK yang berjudul ''Riau-mu Riau-ku Jua.''
Puisi Menteri LHK
Ada yang sangat spesial pada malam itu, ternyata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar yang diminta mencipta puisi bersempena HUT ke-51 Provinsi Riau dan HUT Pertama Grup WA Cakaplah, mengirimkankan karyanya melalui Afni Zulkifli. Bahkan, puisi pertama karya Menteri LHK yang diberi judul ''Riau-mu Riau-ku Jua'' itu, dibacakan oleh Afni Zulkifli dengan piawai.
''Saya bukan seorang penyair. Namun permintaan sahabat-sahabat dari Riau agar saya bisa mengirimkan puisi, tak bisa ditolak. Puisi ini dibacakan malam tadi pada satu acara komunitas masyarakat Riau, Cakaplah. Mohon maaf saya tak bisa hadir langsung di sana. Ini puisi ungkapan hati,'' katanya yang bisa dilihat di akun Facebook miliknya, Siti Nurbaya Bakar.
-
Mereka terpana mendengarkan untaian kata-kata dan kalimat puisi karya Menteri LHK.
Berikut bait demi bait puisi Menteri Siti yang membuat terenyuh membacanya:
Riau-mu Riau-ku Jua
Dari tanah ini, karunia Ilahi telah merangkai Nusantara
Namun bunga-bunga kadang tak merekah pada musimnya
Telah kusaksikan segala derita
Kala alam mulai murka dan semua kena balanya
Sungguh tak nyenyakku, tak pernah pula diamku
Segala risau telah tercurah untukmu Riau
Kita terlahir di bumi pertiwi yang sama
Bernaung di bawah birunya langit yang serupa
Tak pernah menjauhku saat mendengar segala aduh
Mengasihimu untuk semua keluh dan rusuh
Tidak akan mengujimu dengan segunung janji
Namun bertekad dari dasar ketulusan hati
Berusaha dan membiarkan Tuhan menjadi saksi
Sungguh...ini sungguh-sungguh...
Ingin mengumpulkan burung berkicau di hutanmu lagi
Menerawang tentang bahagia anak cucu kita nanti
Kuterpekur pada doa yang dibaca di Negeri Istana
Berisi harap, ratap, tekad, dan rangkaian nasihat
Pembaca doa berkata:
Beramu janganlah merusak kayu
Berotan janganlah merusak hutan
Bergetah janganlah merusak rimba
Berumah janganlah merusak tanah
Berkebun janganlah merusak dusun
Berkampung janganlah merusak gunung
Berladang janganlah merusak padang
Orang beriman tahu menjaga laut dan hutan, tahu menjaga kayu dan rotan, tahu menjaga binatang hutan. Tebasnya tidak menghabiskan, tebangnya tidak memusnahkan, bakarnya tidak membinasakan.
Doa-doa itu menahan laku untuk membuat luka
Memancangkan istiqomah menjaga karunia-Nya
Berdiri tegak dan tak akan mundur meski setapak
Ini tidak hanya Riau-mu, Ini juga Riau-ku
Tanah di mana Indonesia berdiri gagah karenanya
Ini tidak hanya Riau-mu, Ini Riau-ku jua
Mari dijaga dan kita bela bersama.
''Salam hangat dan penuh cinta,'' tutup Menteri LHK, Siti Nurbaya. (rs1)
-
Jufri ''Kawan Kita'' Zubir, bakal calon Walikota Pekanbaru, menyampaikan pesan dan kesannya.
-
Bakal calon Walikota Pekanbaru, Zulfan Hafiz, menyampaikan pesan dan kesannya.
-
Heri ''Pak Dir'' Susanto.
-
Rudi Fajar.
-
Penampilan penyair kondang Riau, Aris Abeba, yang memukau.
-
Totalitas penyair Riau, Dheni Kurnia, saat membawakan puisi ''Ruh Pekasih.''
-
Penyair muda Riau, Qori Islami.
-
Aksi menggetarkan MC multitalenta, Satria Utama Batubara.
-
Suara menggelegar Supirman, saat membacakan puisi karyanya.
-
Gaya Hanny Dwijoko membaca puisi karyanya yang beribu makna.
-
Luzi Diamanda menyampaikan pesan dan kesannya.
-
Pesan dan kesan dari Rozita.
-
Selfie gaya bebas sebagian anggota Grup WA Cakaplah yang hadir malam itu.